Selasa, 05 Agustus 2014

Duit, Duit, Duit (1)


Lauryn Hill, seorang penyanyi tenar dari Amerika Serikat pernah berkata “We can’t plan life. All we can do is be available for it,”. Perkataan Lauryn memang benar, ada banyak sekali aspek yang tidak bisa kendalikan dalam hidup kita. Meski begitu, kenyataan bahwa hidup tidak bisa diprediksi justru menjadi alasan yang kuat mengapa kita harus merencanakan hidup.

Salah satu aspek kehidupan yang harus direncakan adalah aspek finansial. Tidak banyak dari kita yang sudah merencanakan aspek ini dengan cermat dan cerdas. Kebanyakan keluarga di Indonesia, mungkin termasuk Anda, masih sebatas menabung dana sisa pendapatan bulanan, lalu berharap simpanan tersebut cukup untuk seluruh kebutuhan kelak. Rencana seperti ini tentu tidak ideal.

Mari kita coba hitung angka-angka dana masa depan yang mungkin Anda butuhkan. Dengan asumsi bahwa Anda adalah laki-laki pekerja di sektor formal berusia 25 tahun yang belum menikah dan berencana untuk membangun keluarga, dana yang harus Anda persiapkan adalah:

·         Dana Pernikahan (20 - 100 Juta)

Sudah cek biaya catering dan sewa gedung akhir-akhir ini? Jika calon pasangan/mertua bisa dibujuk, biaya resepsi mungkin bisa Anda tekan. Tapi jika calon pasangan/mertua termasuk gengsian, siap-siap kencangkan ikat pinggang. Orang tua dan pihak pasangan mungkin bisa membantu, jadi kita asumsikan saja dana yang harus Anda persiapkan ‘hanya’ 20 – 100 Juta. Setidaknya biaya kartu undangan Anda yang tanggung, bukan?

·         Dana Properti (500 Juta – 1 Milyar)

Tidak baik untuk berlama-lama tinggal di rumah orang tua atau mengontrak. Masalahnya, rumah tapak atau apartemen harganya naik cepat dalam hitungan minggu.

·         Dana Mobil Pertama (100 – 200 Juta)

Mobil murah atau mobil ‘gaya’ tangan kedua bisa jadi pilihan. Sekarang sudah banyak mobil murah yang bagus, jadi dengan dana 100 Juta seharusnya sudah bisa membawa tunggangan mengkilap.

·         Dana Pendidikan Anak (50 – 200 Juta/anak)

Untuk jaga-jaga, ada baiknya kita mempersiapkan dana pendidikan standar sekolah swasta. 

·         Dana Pensiun (1,68 – 1,92 Milyar)

Usia pensiun masyarakat Indonesia adalah 55 tahun dan angka harapan hidup rata-rata kita adalah 75 tahun. Artinya, Anda akan menghabiskan waktu sekitar 20 tahun atau 240 bulan tanpa pendapatan tetap. Seandainya biaya hidup Anda Rp 7-8 Juta per bulan saat pensiun. Berarti dana yang perlu anda persiapkan adalah Rp 7-8 Juta x 240 bulan, atau 1,68 Milyar – 1,92 Milyar. Sudah siap?

Jika ditotal, biaya yang Anda perlu persiapkan untuk memenuhi 5 aspek ini adalah 2,25 Milyar – 3,42 Milyar.Angka ini belum termasuk inflasi yang rata-rata sebesar 8% per tahun. Untuk pernikahan atau mobil pertama yang bisa diwujudkan dalam lima tahun, pengaruh inflasi memang tidak terlalu terasa. Tapi dana pendidikan (untuk 18 tahun dari sekarang) dan dana pensiun (untuk 30 tahun dari sekarang) akan sangat terpengaruh oleh inflasi.

Seandainya Anda hanya menabung, maka untuk memenuhi setiap kebutuhan diatas Anda harus menabung setidaknya Rp 9,5 Juta setiap bulan jika suku bunga tabungan Anda sama dengan tingkat inflasi. Pada kenyataannya, tingkat suku bunga selalu lebih rendah 3-5% dari inflasi sehingga nilai aset tabungan Anda akan terus tergerus dari tahun ke tahun. Sebagai bayangan, dana pensiun yang perlu Anda siapkan untuk 30 tahun lagi, dengan inflasi 8%, adalah 5,712 – 6,528 Milyar!

Kesimpulannya, jangan hanya menabung saja. Simak tulisan berikutnya ya!

Tidak ada komentar: