Jumat, 07 Agustus 2009

What the Hell?

Sudah tiga bulan sejak pertama kali gw merasakan keganjilan pada tangan-tangan emas gw. Entah mengapa, gw menjadi sangat kesulitan untuk menulis. Setiap membuka microsoft word atau tab 'new post' di blogger, otak saya menjadi Blank. Padahal biasanya pas nemu 'lahan untuk menulis', jemari saya akan secara reflek menari di keyboard. Menuliskan kehidupan saya, pengalaman saya, atau pemikiran-pemikiran saya. Tapi sekarang, belum dapet satu paragraf pun, otak saya sudah berhenti bekerja. Mengapakah?? Apa yang terjadi dengan saya?

Mmm.. Kalau dipikir-pikir, penyakit saya ini bermula ketika saya mengambil cuti sementara dari dunia tulis menulis untuk menghadapi ujian universitas. Dan setelah semua ujian itu selesai, saya tiba-tiba menjadi sebodoh kambing dalam urusan menulis. What the hell??

Owh.. Sudahlah, kurasa pembaca sekalian juga tidak terlalu peduli dengan blundernya tangan-tangan saya. Jadi sebaiknya kita bahas hal lain saja.

^bingung mau nulis apa^




Selasa, 14 Juli 2009

Ternyata Internet itu Menyenangkan!

Internet sama sekali bukan barang yang asing bagiku. Karena sejak bayi, aku telah terbiasa menggunakan Yahoo Messengger untuk mengabari ibuku di kantor bahwa popokku basah, atau membeli botol susu yang antik dari e-bay. Tapi bagaimanapun juga, yang paling aku sukai dari internet adalah menggunakan google map untuk mencari tujuh dragon ball yang terpencar di seluruh dunia.

Haha.. Begitulah. Selesai.

Aku harap anda tertawa. Tapi kalau tidak, ya sudahlah. Sejak awal aku bukan pelawak yang baik.

Hmm.. Kembali ke topik. My First Online Experience.
Pertama kali aku mendengar kata 'internet' adalah saat aku membaca majalah B*bo. Menurut B*bo, Internet adalah Ind*mie telur kornet. Jadi ada masa-masa dimana aku lapar dan merengek pada ibuku, "Ibu, pengen Internet.." dan aku disuguhkan sebuah komputer bermodem. Haha..

Mmm.. Selama ini aku tinggal di kota kecil. Jadi, bisa dibilang Internet sama langkanya dengan orang baik. Jangankan internet, komputer pun sangat langka. Pernah ada masa dimana dalam satu kelurahan hanya ada satu keluarga yang memiliki komputer, yaitu keluargaku.

Yeah, meskipun tidak termasuk keluarga kaya, tapi ayahku merupakan seorang ahli komputer yang lumayan. Sehingga komputer canggih hasil rakitan beliau bertengger dengan indah di ruang keluargaku. Dan untungnya, ayahku juga merupakan seorang web-developer-wannabe. Jadi, internet kecepatan rendah ala modem 56K tersedia di rumahku.

Tapi waktu itu, aku menganggap internet sama sekali tidak menarik. Meskipun ibuku mengkampanyekan bahwa di dalam internet ada ilmu yang lebih luas dan menarik daripada yang selama ini aku dapat di perpustakaan kota, aku terus memandang rendah internet. Mending maen layangan daripada maen internet. Hehe.. Jarang banget waktu itu aku nyentuh komputer untuk berinternet.

Pandanganku pada internet baru berubah ketika seseorang bernama Desya menunjukan sisi keren internet. Waktu itu (aku kelas satu smp, ehmm... kelas akselerasi) aku dan teman-teman sekelas sedang buka bersama di sekolah. Kebetulan waktunya bertepatan dengan pemasangan internet di laboratorium komputer sekolah. Maka setelah selesai makan-makan, anak-anak berhamburan ke labkom untuk berdansa, bercinta, menikah, punya anak, berperang dan mati.

Ah, garing lagi ya? Maaf..

Dengan suka cita, anak-anak aksel (terutama yang belum pernah nyentuh internet) menempati kursi-kursi komputer. Mengotak-ngatik apa yang mereka bisa otak-atik. Sebagian ada yang langsung ngeh' membuka internet explorer atau MIRC. Sementara yang lain kebingungan dan malah memilih membuka minesweeper.

Keributan terjadi. Ada yang langsung membuka friendster, ada yang googling dengan keyword 'NAKED', ada yang surfing ke website game, ada juga beberapa veteran internet jail yang berkata pada teman sebelah mereka, "Buka bsnude.com!".

Aku yang telah terbiasa dengan komputer dan internet langsung bosan. Dan memilih melihat-lihat apa yang di browsing oleh teman-teman yang lain. Setelah berkeliling laboratorium komputer, akhirnya mataku jatuh hati pada browsingan Desya. Akupun menempatkan pantatku (baca: duduk) di sebelah Desya. Ternyata eh ternyata, Desya sedang membuka website yang berisi kumpulan foto hantu!! Alhasil, satu demi satu teman-temanku tertarik dengan apa yang dibuka Desya, hingga akhirnya seluruh kelas (24 orang, ehm.. kelas akselerasi) melihat komputer Desya.

Setiap sebuah foto hantu dibuka, sekelas langsung berteriak histeris. Salah seorang berkata "ah ga mau liat lagi!" tapi selalu terdorong rasa penasaran dan melongok lagi, lagi, dan lagi. Setiap habis melongok, dia pasti berkata "ah ga mau liat lagi".

Haha.. Dasar anak cewe.

Begitulah, Desya memberi aku beberapa situs menarik yang membuat aku jatuh cinta pada internet. Pengalaman online pertama yang menyenangkan. Apalagi saat mengingat gadis tercantik di kelas selalu memalingkan wajah dan bersembunyi di dadaku setiap sebuah foto hantu terbuka. Akupun mengelus-elus kepalanya sambil berkata, "tenang aja.. kayak yang direkayasa itu mah.."

Haha.. Old times.. Aku rindu masa-masa itu.

Dan tebak, malemnya aku tidak bisa tidur gara-gara terbayang hantu-hantu dari internet.



Kamis, 09 Juli 2009

Original Little Mermaid dan Kebejatan Laki-Laki


Di perpustakaan kemarin, saya menemukan sebuah buku yang menarik. Judulnya Kumpulan Dongeng Hans Christian Anderson. Isi dari buku ini adalah tiga dongeng terkenal karya H.C. Anderson ini. Cerita pertama berjudul Clauss besar dan Clauss kecil. Cerita kedua berjudul Little Mermaid. Dan cerita ketiga adalah Cermin Salju.

Dari ketiga judul tersebut, yang paling menohok dan mengombang-ambingkan perasaan saya adalah cerita kedua. The Little Mermaid. Maklum saja, dongeng little mermaid (atau putri duyung) yang selama ini saya kenal adalah dongeng yang telah diaransemen oleh Disney. Dalam dongeng versi Disney, setelah semua kekacuan yang ditimbulkan Ariel, akhirnya sang pangeran menyadari bahwa Ariel adalah cinta sejatinya. Maka, Ariel dan Pangeran pun hidup bahagia selamanya.

Ah.. Disney memang paling ahli dalam mengubah sesuatu menjadi sangat indah dan menyenangkan. Karena dalam versi originalnya, Little Mermaid merupakan epik tragis yang (menurut saya) bisa disejajarkan dengan Romeo and Juliet.

Alur Little Mermaid versi H.C. Anderson dan versi Disney hampir sama. Hanya saja ada beberapa poin yang dirubah disney, untuk mendukung terciptanya happy ending.

Ceritanya dimulai ketika Ariel, sang putri duyung bungsu berenang ke permukaan dan secara kebetulan menyelamatkan pangeran yang sedang tenggelam karena kapalnya terkena badai. Dan voila! Ariel yang masih polos itu langsung jatuh cinta dengan pangeran.

Karena pengaruh cinta, Ariel menjadi melakonlis dan terobsesi dengan pemikiran ingin ke permukaan. Akhirnya dia menemui seorang penyihir, dan atas saran penyihir, Ariel menukarkan suara emasnya dengan sepasang kaki untuk menggantikan siripnya. Disini ada satu perbedaan mencolok antara versi Disney dan H.C.A. Menurut Anderson, jika dalam tiga hari Ariel belum mendapatkan ciuman dari cinta sejatinya, maka Ariel akan berubah menjadi buih di laut. Sementara menurut Disney, Ariel akan menyerahkan jiwanya pada penyihir.

Singkat cerita, Ariel belum mendapatkan sang Pangeran karena kesulitan komunikasi. Padahal sang pangeran terang-terangan menyatakan bahwa dia akan menikah dengan penyelamatnya sewaktu tenggelam. Akhirnya pangeran dijodohkan dengan seorang putri dari kerajaan seberang.

Dalam versi disney, Putri dari kerajaan seberang itu merupakan penyihir. Dan melalui sebuah adegan dramatis ala Holywood, Cinta sejati berhasil mengalahkan niat jahat sang penyihir.

Sementara versi Anderson, putri dari kerajaan seberangnya amat sangat cantik. Setelah sebelumnya berkata pada Ariel bahwa, "aku lebih baik menikahimu daripada menikahi putri seberang yang tidak kucintai itu." Pangeran bejat itu merubah pendapatnya setelah melihat kecantikan putri kerajaan seberang dan berkata "Putri seberang itu yang menyelamatkan aku saat aku tenggelam."

Pangeran menikah, dan Ariel yang kehilangan cinta sejatinya pasrah dan bersiap untuk menjadi buih lautan. Tapi putri duyung saudari Ariel datang dan mengatakan bahwa jika Ariel menusukan pisau ke dada pangeran, maka Ariel akan selamat dan menjadi putri duyung normal lagi.

Hanya saja, Ariel yang tetap mencintai pangeran bejat memilih membuang pisau, mendoakan kebahagiaan pangeran, lalu berbuah menjadi buih.

Hiks.. Hiks..
T.T


Rabu, 03 Juni 2009

Ini Tentang Menjadi Seorang Pria bag. II

Sambungan dari sini.

Petualangan yang sebenarnya dimulai ketika gw mulai terbuai dengan suasana metromini. Gw mulai menikmati guncangan-guncangan metromini, bau badan apek bapa-bapa sebelah gw, dan kenek yang kaya banci. Kenek metromini yg gw tumpangi memang sedikit aneh. Dia berkulit hitam legam, berambut panjang, berbadan tegar. Tapi menggunakan ikat rambut yang cewe banget, serta mengenakan busana yang bernuansa feminim. Dan ketika gw mulai meneliti sang kenek, gw terkejut. Ternyata keneknya memang wanita!!

Gw langsung menghela nafas. Begitu sulitnya hidup di wilayah bawah rantai makanan Jakarta. Bahkan pekerjaan yang sangat sulit serta menuntut 'kelaki-lakian' pun mesti dilakoni oleh seorang wanita. (-_-)

Lalu tiba-tiba, metromini yang gw tumpangi berhenti. Hampir semua penumpang turun, hanya segelintir orang yang masih duduk di metromini. Gw bingung, apakah gw sudah tiba di kampung rambutan? Kenapa semua orang turun? Sialnya ga ada waktu bertanya. Kalut, gw memilih ikut turun karena takut nyasar.

Gw semakin bingung saat tempat gw turun tuh sama sekali tidak terlihat seperti terminal. Tapi setelah gw telek-telek, ada pedagang buah yang berjejer di seberang jalan. Gw memfokuskan mata gw, mencari-cari rambutan diantara buah buahan yang dijajakan. Dan ternyata ada! Dan layaknya Christopher Colombus yang mengira Amerika itu India, gw dengan seenaknya mebuat teori: "Ada yang jual rambutan! Berarti ini kampung rambutan.. Hahaha.."

Ok, jika ini kampung rambutan. Maka dimana terminalnya? Gw mengedarkan pandangan ke delapan penjuru mata angin tapi tidak menemukan satu pun bus. Gw mulai meragukan teori rambutan yang asburd itu. Dan akhirnya dengan kerendahan hati gw memutuskan bertanya pada seorang pedagang. Dan ternyata, kampung rambutan masih jauh dari tempat gw turun.

k-e-p-a-r-a-t-!-!

Setengah frustasi, gw nyari metromini yang tadi nurunin gw. Tapi udah ga ada. Sialan.. tadi buat nunggu satu metromini aja butuh 45 menit.. bisa mati kemaleman gw kalo nunggu metromini lagi! Gw memutuskan untuk naek angkot yang bertujuan kampung rambutan. Dan kali ini gak boleh ada kesalahan turun. Setiap dua menit sekali gw tanya ke sopir.

"Pak, kampung rambutan belum lewat kan?"
"belum. masih jauh ko.."

Dua menit kemudian,
"Pak, kampung rambutan belum lewat kan?"
"belum. masih agak jauh ko.."

Dua menit kemudian,
"Pak, kampung rambutan belum lewat kan?"
"belum. masih jauh ko.."

Dua menit kemudian,
"Pak, kampung rambutan belum lewat kan?"
"belum!! sekali lagi lo tanya, gw bacok lo pake golok gw!!"

Dua menit kemudian,
"Pak, ada golok gak?"
"engga ada.."
"Ummm.. Pak, kampung rambutan belum lewat kan?"

Jujur saja, angkot memang jauh lebih nyaman daripada metromini. Harganya pun tidak begitu jauh berbeda. Jadi kali ini gw bener-bener bisa menikmati perjalanan. Gw bisa ngobrol-ngobrol dengan seorang wanita yang kebetulan berada di angkot, menghirup udara jakarta yang menenangkan, dan mengkhayalkan hasil utul gw.

Gw tiba di kampung rambutan. Dan petualangan berikutnya menanti.

Minggu, 31 Mei 2009

Ini Tentang Menjadi Seorang Pria bag. I

Earggh.. setelah beberapa kali mencoba berfilsafat (dan gagal), sekarang gw akan menceritakan kisah petualangan gw. Petualangan yang sebenernya ga perlu, dipaksa-paksain, dan tergolong nekat. Bagi yang belum tw, gw 67% pecinta tantangan. Jadi kadang, gw melakukan hal bodoh dan gak berguna hanya untuk menguji kekuatan gw. 'Seberapa tangguhkah gw?' merupakan pertanyaan utama yang selalu gw tanyakan pada diri sendiri.

Ceritanya dimulai setelah ujian tulis ugm berakhir. Seperti yang telah diceritakan disini, gw berangkat ke jakarta (lokasi utul) dengan modal nebeng. Diah (orang yang gw tebengi) sebenarnya cukup baik untuk mengantarkan gw pergi-pulang, hanya saja sejak awal gw sudah punya rencana sendiri. Gw pengen pulang dari Jakarta ke Sukabumi sendiri. Sebenernya ini bakal gampang aja kalo uda tau jalan. Masalahnya, waktu itu gw sama sekali ga tau gw ada dimana.

Gw cuma tau bahwa SMA 46 (lokasi tes gw) berada di suatu tempat di Jakarta Selatan. Dan gw sama sekali blank sama Jakarta. Tapi semakin sulit, semakin besar kemungkinan nyasar, semakin bahaya, bakal semakin seru kan? The show must go on.=D

Jadi, petualangan dimulai. Setelah utul berakhir rencana gw dimulai. Gw boong ke Diah (sori diah.. ^^). Gw bilang "gw bakal dijemput sama saudara gw yang ada di Jakarta, jadi gw g brg lo lagi. Makasi ya!". Yah.. perlu anda tau, selain tampan dan cerdas gw juga ahli dalam berbohong. Tapi tenang aja.. gw ga sepicik orang-orang yang menipu demi keuntungan pribadi. Gw berbohong karena fakta itu mahal.

Tentu saja Diah sempat curiga. Tapi setelah aq tunjukan wajah inocent gw yang dingin, menarik, dan menyeramkan (bingung? sama), Diah pun percaya. Akhirnya Diah pulang bersama kakaknya, sementara aq diam di SMA 46.

Waktu itu sekitar jam 3. And I have no Idea about what should I do. Jadi gw tanya ke Resal, salah satu dari sedikit orang yang gw percaya. Terimakasih untuk perkembangan iptek yang canggih, gw bisa menghubungi resal yang jaraknya terpisah ratusan mil dalam waktu singkat.

Gw : "Sal, seandainya gw ada di suatu tempat di Jakarta Selatan dan mau pulang ke Sukabumi. Arah mana yang harus gw tempuh?"
Resal : "mana gw tau.. pokonya cari terminal, cari bus ke sukabumi."

Ok. Itu ide yang bagus. Tanpa sms dari resal, mungkin sekarang aku masih di Jakarta. Luntang lantung di Jakarta sambil nyari jalan ke sukabumi. Jadi setelah bertanya-tanya dengan inlander-inlander* yang gw temui. Gw dapet tujuan yang lebih pasti. Gw harus nyari metromini nomer XXX, terus duduk dengan tenang sampai nyampe ke kampung rambutan. Well, bagi gw yang ga tau metromini itu kaya gimana (-_-), tentu ini menjadi pengalaman baru.

Dan ternyata, beginilah bentuk metromini (info buat yang belum tau, meskipun kayanya ga ada yang belum tau selain gw.)

bentuk sebenarnya jauh lebih jelek!

Setelah menunggu hampir 45 menit, gw dapet metromini yang dimaksud dan duduk dengan nyaman. Ah, sebenernya ga bakal bisa duduk nyaman sih di metromini mah. Mungkin metromini sebenernya adalah susunan besi tua yang diberi roda, tanpa shockbreaker. Setiap detik dalam perjalanan, metromini ini berguncang dengan hebat. Setiap guncangan membuat suara grencang-grenceng yang keras. Hebatnya, bapa-bapa sebelah gw bisa tidur dengan pulas ditengah keributan ini.

Ah, sial. Gw rasa cerita ini uda kepanjangan. Daripada kalian cape ngeja, mending gw potong dulu sampe sini ya. Tunggu lanjutannya!

*inlander : penduduk lokal

Rabu, 27 Mei 2009

Guilt.

Siapa yang salah, seseorang yang bersalah atau orang yang mendidik, yang bertanggung jawab terhadap 'si salah' itu?


Homo homini lupus, manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Paham ini adalah cap yang diberikan orang-orang sosialis terhadap para penganut kapitalis. Namun kadang, ungkapan ini juga berlaku dalam arti sebenarnya.

Ada saja manusia yang memburu manusia lain dalam bentuk membunuh, merampok, mencuri, memperkosa, dan banyak lagi. Ini seperti hukum alam. Sejak manusia pertama diturunkan, perbuatan-perbuatan serigala ini sudah populer.

Tidak ada gunanya membahas alasan mengapa manusia berlaku seperti serigala, pertanyaan ini sama saja seperti mengapa manusia melakukan s*x, mengapa saya tampan, mengapa paris hilton sering menelpon saya. Ini takdir, mau bagaimana lagi?

Kembali ke pertanyaan awal, siapa sebenarnya yang bersalah? Jika kalian menenggelamkan diri disini maka kalian akan sampai pada kesimpulan bahwa ada banyak pembunuh yang lahir di keluarga yang berantakan. Masa kecil mereka dipenuhi tragedi, mulai dari bully, pelecehan seksual, ayah pemabuk, ibu yang anti-tuhan, bahkan ada yang seluruh keluarganya dibantai oleh tentara musuh saat perang.

Ketika gw melihat masa lalu para pembunuh itu, gw sedikit memahami mereka. Maksudnya, siapapun, mulai dari sby, roy suryo, wiranto, dan terutama prabowo, jika mereka mengalami masa lalu sepahit para pembunuh tadi, maka ada kemungkinan besar mereka berakhir di tiang gantungan atau kursi listrik sebagai pembunuh.

Jadi sebenernya siapa yang salah?

Gary Ronald York and James Douglas Latham, spree killers who travelled from Florida to Utah

Selasa, 26 Mei 2009

Dunia Sejuta Potensi

Mungkin ini kutukan atau kebetulan. Tapi di kelas gw, hampir semua murid yg kini berhasil masuk universitas pernah gagal setidaknya satu kali (in my case, 2 kali). Ini suatu bukti bahwa kekalahan merupakan stimulan yang paling penting untuk mendapat kemenangan.


Tentu saja ada beberapa pengecualian, seperti salah seorang di kelas gw yang daftar di banyak universitas, dan semua universitas menyatakan dia layak masuk. Hell.. butuh kecerdasan dan kekayaan yang cukup untuk melakukan itu.

Anyway.. seperti dijanjikan, gw akan mengulas sedikit tentang ugm.

Kesan pertama gw saat jalan-jalan (dalam arti sebenarnya, jalan!!) keliling ugm adalah. Whew, ini bukan universitas, ini kota. Fakultas-fakultas berjejer dengan apik layaknya perkantoran, hampir setiap fakultas merupakan gedung mewah yang setara dengan gedung dprd di kota gw.

Ugm bahkan memiliki rumah sakit sendiri, yang dekat dengan fakultas kedokteran yang ga kalah mewah sama rumah sakit itu. Dan fakultas tekniknya itu loh... punya tower radio sendiri! Kerenn..

Dan meskipun fakultas fisipol (fakultas gw tu) terlihat menyedihkan, tapi ilmu komunikasi memiliki laboratorium tersendiri. Guess what, laboratorium gw tuh segede fakultas-fakultas orang!!

Bahkan kelinci playboy pun tahu, ugm menawarkan sejuta potensi. Mulai dari fasilitas yang lengkap, ukm yang menggigit dan semi profesional (which mean.. you're get paid), wanita-wanita jomblo yang jauh dari orang tua (=_+), dan hidup sendiri, tanpa ada penghambat kaya keluarga lagi. This is the real life, dude.

Enough with that, sekarang saatnya membahas penghuni-penghuninya. Jika berdasarkan tes masuknya, maka akan ada tiga golongan penghuni ugm.

1. PBSer


Tes PBS hanya difokuskan pada tes potensi akademik dan sedikit tes wawancara. Yang menonjol dari pbs adalah, you need a lot of money. Mulai dari saat pendaftaran tes (memakan biaya hampir satu juta) hingga pendaftaran ulang (bisa puluhan juta) kocek orang tua harus di rogoh dalam-dalam. Artinya, penghuni ugm yang berasal dari pbs mungkin orang-orang yang cerdas (mungkin juga tidak), dan pastinya mereka kaya. Karena tes PBS hanya berupa tes potensi akademik, kemungkinan besar orang-orang pbs ini tidak begitu pintar di pelajaran-pelajaran pokok.

2. Utulers


Mengapa kita membutuhkan bimbel? karena sekolah dikenal dengan ketidakberdayaannya untuk menghadapi ujian-ujian universitas. Sekolah hanya mampu mengantarkan siswa sampai UAN (dan menyarankan menyontek pada murid-muridnya), sementara di dunia ujian universitas, pengetahuan dari sekolah tidak akan cukup. Utul, merupakan dunia yang sangat keras yang sama sekali lain dengan sekolah. Ibaratnya, apabila UAN adalah penjara alcartaz, maka Utul adalah neraka. Dibutuhkan kecerdasan, pengetahuan, bertahun-tahun belajar, dan keberuntungan untuk bisa menembus utul. Sebagai gantinya, tidak diperlukan banyak uang untuk bisa menembus utul. Mungkin hanya berkisar di angka 10 jutaan.

3. SMPTNers


Spesies paling tangguh. Smptn merupakan ujian universitas tersulit. Pesaing makin banyak, sementara kursi yang diperebutkan hanya tinggal sedikit. Jika seseorang mengikuti smptn, artinya dia gagal di tes-tes masuk universitas. Artinya smptn merupakan pertarungan terakhirnya, yang menentukan apakah selanjutnya dia berhasil masuk kuliah atau berakhir sebagai pengangguran. Biasanya, orang yang berhasil masuk smptn merupakan siswa yang biasa-biasa saja selama tiga tahun. Tapi kemudian, sejak dua bulan sebelum smptn, saat dia menyadari smptn merupakan kesempatan terakhirnya, dia berubah menjadi sosok cerdas luar biasa mengerikan yang dapat menjungkir balikan smptn.

That's all fella.. which are you in?


Senin, 25 Mei 2009

Everyday is Sunday

Semua orang tahu, gw org yg suka mengumpat setiap ada pekerjaan (not hiding, but cursing). Itu udah kaya kebiasaan aja, derajatnya udah sama kaya bernafas saat tidur. Bukan karena gw menolak tugas, tapi lebih karena gw suka mengumpat saat bertugas. Asburd kan?

Dan akhir-akhir ini, g ada tugas yg dtg sama sekali. Sekolah sudah berakhir, ud dapet kuliah (g perlu belajar buat smptn lgi), dan tugas yg datang cuma dari ibu gw. Tentu saja tugas dari ibu-ibu tidak pernah cukup untuk membuat gw cursing-cursing. Tugasnya cuma solat.. beresin tempat tidur.. cuci + jemurin baju.. dan tugas-tugas rumah tangga lain yg sambil merem juga beres.

Somehow, gw rindu tugas-tugas berat. Tugas yang biasanya gw sendiri yang nugasin. Misalnya, sebulan sebelum simak UI, gw merintahin diri sendiri bwt mempelajari matematika sampai dapet gelar ahli. Dengan semangat 45 gw belajar mati-matian, tanpa peduli apapun mata pelajaran yg lagi diajarkan di sekolah, gw megang buku matematika karya Bob Harahap yang terbukti manjur. Saat menemui jalan buntu, saat jawaban gw salah hanya karena salah nyimpen minus, saat soal-soal yg sulit akhirnya gw taklukan, cursing selalu setia menemani gw.

Dan sekarang.. Everyday is Sunday, dan udah lama bgt gw ga mengumpat. Is it good or bad? Since the very begining it was never about good or bad. It's all about win or lose. And as long as my curse bring me my succes, motivate me, I'll do it.

Anyway, apa kalian udah tau? Dengan elegan dan bangga, gw masuk UGM. Jurusannya emang jurusan ips sih, tapi tetep aja bukan jurusan sembarangan. Jurusan Ilmu Komunikasi. Dan tentu saja ini berkat kemampuan matematika gw yang semakin membaik, meskipun belum cukup untuk menembus ipa.

Kalo boleh sombong dikit nih ya, di matematika dasar dan matematika ipa, gw gagal di 4 soal. Artinya seandainya ngandelin matematika doang, nilai gw uda di atas rata-rata (tapi ga tw ketang, gw ga tw rata-ratanya gimana). Sayangnya, karena terlalu fokus ke matematika, pelajaran ipa yang lain, such as fisika, kimia, dan biologi jadi terbengkalai. Dan gagalah gw masuk ipa.

Tapi gpp.. di postingan selanjutnya, gw bakal bahas sedikit yg gw ketahui tentang ugm. adieu!




Rabu, 06 Mei 2009

dam.. dam.. dam..

Maria : "Mencintaimu itu salah, aku akan masuk neraka. Namun, aku lebih memilih mencintaimu."
Matt : "Seandainya aku punya jiwa, akan kutemani dirimu di neraka."
~House of Scorpion

Lately, I've been busy finishing my exam in my last grade of high school. This is sucks, a total nonsense. I mean, the exam wasn't really matter at all. I think it will be much better, if school let us free. Our time is short, we need to prepare for SPMB and this fucking school exam only waste our precious time.

But it doesn't matter to me since I've got my ticket to UGM, =P

Well, setelah perjuangan gw masuk ke ugm ga sia-sia, sekarang gw punya waktu tiga bulan yang kosong. Lepas dari sekolah dan belum masuk ke kuliah. Jadi, apa yang harus gw lakukan?

Rabu, 08 April 2009

UTUL UGM


Tau ga.. akhir-akhir ini gw merasa ga bisa nulis. Setiap ada di depan komputer, jari gw diem, otak gw beku, muka gw dingin, dan nenek tetangga teriak-teriak. Rasanya seperti ada sesemahluk yang datengin gw waktu tidur, trus ngambil semua inspirasi buat nulis dari otak gw. Paling banter gw cuma bisa nulis dua atau tiga kalimat, terus pas diliat lagi, gw sadar gw cuma nulis sampah.

Mungkin otak gw masih di Jakarta, tepatnya di SMA 46 kebayoran baru. Di SMA ini, gw bertarung sengit dengan soal-soal yang bisa bikin manusia biasa mendidih, yaitu soal-soal UTUL UGM. Dan karena gw manusia biasa, gw juga ikut mendidih.


Di ruangan 06, ruangan gw, terasa aroma kefrustasian, kelegaan, kekhawatiran, ketakutan, dan kegilaan dari para peserta tes yang begitu kentara. Seandainya sang pembuat soal melihat kondisi para peserta tes, pasti hati nurani sang pembuat soal bakal tersentuh dan beliau ga bakal bikin soal lagi selamanya. (jahh.. ga segitunya kali..)

Tapi yang beneran bikin gw semangat ngerjain soal-soal itu adalah adanya beberapa kursi kosong di ruangan gw. Karena kursi kosong cuma menandakan satu hal. Yaitu sang empu kursi telah sukses mengalahkan SIMAK. Ga kaya gw yang harus cukup puas dengan kata-kata, "maaf, anda belum dapat diterima di Universitas Indonesia".

Aniwei, perjalanan gw ke Jakarta lumayan seru lho.. Tadinya gw berencana ikut ujian di Jogjakarta, biar bareng sama temen-temen cewe sekelas. Tapi setelah melihat biaya yang terlalu berat, gw memutuskan ikut di Jakarta. Mau di Jakarta atau di Jogjakarta, tetep aja soalnya susah.

Trus, karena gw ga punya kendaraan pribadi, gw berencana nebeng sama seorang gadis 'menyenangkan' bernama Namigeri. Soalnya, terakhir gw ke Jakarta bareng Namigeri, perjalanan berubah menjadi sangat menyenangkan. Hal bodoh menjadi hal lucu, hal sederhana menjadi indah, hal mahal.. tetep aja mahal.

Sialnya, SMA tempat gw tes dan tempat Nami tes itu terpisah oleh jarak yang amad sangad jauh. Akhirnya, dengan harapan kecil yang tersisa, gw minta izin sama Diah agar gw bisa numpang bareng dia, karena kebetulan gw dan Diah sama-sama di SMA 46. Untungnya Diah mengizinkan, dan akhirnya gw bisa dapet tumpangan buat nyampe ke Jakarta.


Bersama dengan kakak Diah (Ibu Dwi), kakak Ipar Diah (Mario Bros), dan ponakan Diah yang masih bayi (cewe, yang langsung suka sama gw). Gw dan Diah berangkat menyongsong masa depan.

menyongsong masa depan

Sepanjang perjalanan, percakapan antara Mario Bros dengan Bu Dwi terus mendominasi suasana. Sialnya, mereka menggunakan bahasa Jawa sehingga gw sama sekali ga ngerti apa yang mereka katakan. Mereka seakan-akan terus mengulang kata 'ora', 'wis', 'anu', 'ta', dan sama sekali tidak terlihat peduli dengan gw yang mencoba menyimak pembicaraan mereka.

Loh?? Ko jadi panjang gini ceritanya?
Udah dulu ah.. cape.. Lanjutannya besok aja ya..