Selasa, 22 Mei 2012

Acceptance

Orang beriman selalu bilang bahwa "tuhan tidak akan memberikan cobaan lebih daripada yang mampu ditanggung oleh hambanya."

Tapi, personally gw lebih suka "bitch, throw me anything. I'll handle it."

Ya. Gw memang memiliki sifat over-convidence yang akut.

Faktanya, gw masuk jurusan komunikasi tanpa banyak mikir. Satu-satunya yang gw pikirin adalah "ya udah lah, loncat secara random aja... dimanapun gw bisa survive kok."

Nah, selain memiliki sifat over-convidence, gw juga memiliki sifat kecanduan akan tantangan yang akut.

Semakin besar tantangannya, semakin mustahil tugasnya, semakin tertantang gw untuk melakukannya. Prinsipnya sederhana. Kalaupun enggak bisa menang, seengganya gw harus kalah dengan keren.

Tapi itu dulu.

Pengalaman yang gw tulis selama 21 hari belakangan mengajari gw bahwa ada hal-hal yang emang ga bisa dicapai.

Bahwa, seperti yang bapak gw sering bilang, kita harus menjejakan kaki kita ke tanah.

Yea.. it cracks me up.

Biasanya, ketika ada tugas yang numpuk... ketika banyak klien baru yang datang... ketika gw dituntut untuk memeras otak lebih banyak, gw bilang "bagus lah, biar ada tantangan buat otak gw."

Tapi sekarang, respon gw adalah "are you insane? We don't have enough manpower and time. This is impossible."

Akhirnya tetep gw kerjain juga sih, tapi ga ada kepercayaan diri dan keyakinan saat menyelesaikan tugas tersebut. Semua serba pesimis. -_-

Hehe...

Dari sudut padang marketing, sikap ini adalah sesuatu yang bagus.

Gak terhitung banyaknya perusahaan besar yang merugi gara-gara mereka berharap bisa mencapai sesuatu yang enggak mungkin dicapai.

Xerox, misalnya, pernah mencoba untuk menembus pasar komputer, tapi gagal. Alasannya, pasar komputer itu ya milik IBM dan Apple. Kamu cuma mesin fotokopi, puas-puasin aja jadi mesin fotokopi.

Kodak, misalnya, pernah mencoba untuk menembus pasar kamera digital, tapi gagal. Alasannya, kamera digital tu ya milik LG, Sony, Canon, Nikon, dll. Kamu cuma kamera analog, puas-puasin aja jadi mesin analog.

Kesimpulannya... stay where you are.

There are things that unreachable.

Tidak ada komentar: