Kamis, 09 Juli 2009

Original Little Mermaid dan Kebejatan Laki-Laki


Di perpustakaan kemarin, saya menemukan sebuah buku yang menarik. Judulnya Kumpulan Dongeng Hans Christian Anderson. Isi dari buku ini adalah tiga dongeng terkenal karya H.C. Anderson ini. Cerita pertama berjudul Clauss besar dan Clauss kecil. Cerita kedua berjudul Little Mermaid. Dan cerita ketiga adalah Cermin Salju.

Dari ketiga judul tersebut, yang paling menohok dan mengombang-ambingkan perasaan saya adalah cerita kedua. The Little Mermaid. Maklum saja, dongeng little mermaid (atau putri duyung) yang selama ini saya kenal adalah dongeng yang telah diaransemen oleh Disney. Dalam dongeng versi Disney, setelah semua kekacuan yang ditimbulkan Ariel, akhirnya sang pangeran menyadari bahwa Ariel adalah cinta sejatinya. Maka, Ariel dan Pangeran pun hidup bahagia selamanya.

Ah.. Disney memang paling ahli dalam mengubah sesuatu menjadi sangat indah dan menyenangkan. Karena dalam versi originalnya, Little Mermaid merupakan epik tragis yang (menurut saya) bisa disejajarkan dengan Romeo and Juliet.

Alur Little Mermaid versi H.C. Anderson dan versi Disney hampir sama. Hanya saja ada beberapa poin yang dirubah disney, untuk mendukung terciptanya happy ending.

Ceritanya dimulai ketika Ariel, sang putri duyung bungsu berenang ke permukaan dan secara kebetulan menyelamatkan pangeran yang sedang tenggelam karena kapalnya terkena badai. Dan voila! Ariel yang masih polos itu langsung jatuh cinta dengan pangeran.

Karena pengaruh cinta, Ariel menjadi melakonlis dan terobsesi dengan pemikiran ingin ke permukaan. Akhirnya dia menemui seorang penyihir, dan atas saran penyihir, Ariel menukarkan suara emasnya dengan sepasang kaki untuk menggantikan siripnya. Disini ada satu perbedaan mencolok antara versi Disney dan H.C.A. Menurut Anderson, jika dalam tiga hari Ariel belum mendapatkan ciuman dari cinta sejatinya, maka Ariel akan berubah menjadi buih di laut. Sementara menurut Disney, Ariel akan menyerahkan jiwanya pada penyihir.

Singkat cerita, Ariel belum mendapatkan sang Pangeran karena kesulitan komunikasi. Padahal sang pangeran terang-terangan menyatakan bahwa dia akan menikah dengan penyelamatnya sewaktu tenggelam. Akhirnya pangeran dijodohkan dengan seorang putri dari kerajaan seberang.

Dalam versi disney, Putri dari kerajaan seberang itu merupakan penyihir. Dan melalui sebuah adegan dramatis ala Holywood, Cinta sejati berhasil mengalahkan niat jahat sang penyihir.

Sementara versi Anderson, putri dari kerajaan seberangnya amat sangat cantik. Setelah sebelumnya berkata pada Ariel bahwa, "aku lebih baik menikahimu daripada menikahi putri seberang yang tidak kucintai itu." Pangeran bejat itu merubah pendapatnya setelah melihat kecantikan putri kerajaan seberang dan berkata "Putri seberang itu yang menyelamatkan aku saat aku tenggelam."

Pangeran menikah, dan Ariel yang kehilangan cinta sejatinya pasrah dan bersiap untuk menjadi buih lautan. Tapi putri duyung saudari Ariel datang dan mengatakan bahwa jika Ariel menusukan pisau ke dada pangeran, maka Ariel akan selamat dan menjadi putri duyung normal lagi.

Hanya saja, Ariel yang tetap mencintai pangeran bejat memilih membuang pisau, mendoakan kebahagiaan pangeran, lalu berbuah menjadi buih.

Hiks.. Hiks..
T.T


3 komentar:

Sari mengatakan...

jadi inget masa kecil dulu. Kalo kepentingan komersil udah bicara, jangan salahkan kalo cerita asli bisa berubah demi ngikutin selera pasar ;p

Liz mengatakan...

wah.. ariel'a kasian tuh..

makasih sblm'a krn udh ngomen blog qu
sebener'a yahh iy sih,. kdg aq jg mikir knp naruto mash mati"an pdhl udh tau sasuke kya gitu..

mungkin itu yg d namain "friendship".. kali ya,

Ragil Il Hombre mengatakan...

setau gw, karena ga dapet cinta sejatinya, ariel akhirnya berubah jadi cowok lalu bikin band peter-pan.