Rabu, 16 Mei 2012

Bargain 4

Alkisah, ada satu tes kepribadian yang merubah jalan hidup gw selamanya.

Waktu itu, di sebuah kafe, gw seperti biasa memimpin teman-teman gw -salah satunya dia- untuk mengerjakan sebuah tugas kelompok. Waktu itu hujan dan gw lagi stress dan pusing parah gara-gara capek setelah kerja seharian. Sebelum kerja kelompok, gw ngerokok tiga batang Gudang Garam buat ngejernihin otak. Yah, efeknya lumayan. Stress dan pusingnya gak ilang, tapi seengaknya ada tambahan kekuatan mental buat beresin tugas.

Setelah tugasnya selesai, tiga orang teman gw pulang, satu orang teman gw ketemuan sama selingkuhannya, dan satu orang lagi tetap ditempat tersebut untuk menunggu dijemput pacarnya.

Bisa ditebak, orang yang tadi terakhir disebut itu 'dia'. (-_-) Tinggallah gw duduk berdua dengan dia, ditengah rintik-rintik hujan, ditempat duduk luar, ditengah gelap malam.

For your information, saat itu kampanye gw untuk mendapatkan dia tengah berjalan. Kadang gw berhasil mencuri kemenangan-kemenangan kecil, tapi secara keseluruhan, kampanye tersebut adalah kampanye yang penuh dengan aksi keren... dan kegagalan. Ada waktu-waktu dimana gw berhasil menjebol benteng hatinya dia, tapi dalam waktu singkat benteng tersebut akan memperbaiki diri sendiri. Ada hari dimana jarak kita deket banget, terus tiba-tiba besoknya dia mulai jaga jarak lagi.  Hal ini, terus terang, bikin capek.

Nah, waktu duduk berdua di kafe tersebut, gw sedang berada dalam titik capek yang sangat tinggi.

Untuk menghabiskan waktu, gw kemudian ngajak dia maen sebuah tes kepribadian yang baru gw pelajari dari seorang bule Australia beberapa jam sebelumnya.

Pertama, pilih sebuah warna dan tulis tiga kata sifat dari warna tersebut. Dia pilih merah, gw lupa kata sifat yang dia pilih. Kata sifat yang dia pilih ini mendeskripsikan karakter lo yang sebenernya.

Kedua, pilih sebuah binatang dan tulis tiga kata sifat dari binatang tersebut. Dia pilih marmut, gw lupa kata sifat yang dia pilih. Kata sifat yang dia pilih di bagian ini mendeskripsikan bagaimana dia ingin dirinya dipandang oleh orang lain.

Ketiga, pilih sebuah bentuk air yang kamu suka dan tulis tiga kata sifat dari bentuk air tersebut. Dia pilih hujan. Kata sifat yang dia pilih di bagian ini mendeskripsikan kondisi hubungan romansa dia.

Dan gw inget banget jawabannya.

Inget banget.

...

...

...

Boong deng, gw lupa. Pokoknya tiga kata sifat itu bagus semua. Hubungan antara dia dan pacarnya itu cuma ada sisi positifnya doang.

Tentu saja gw cuma bisa menghela nafas ngeliat hasil ini, tersenyum pait, dan bilang "selamat ya" tanpa antusiasme.

Terus gw kasih tahu hasil gw dalam tes kepribadian tersebut.

Warna yang gw pilih, melambangkan karakteristik sejati gw, adalah orange. Kata sifat yang gw tulis adalah santai, ceria, dan satu lagi gw lupa.

Binatang yang gw pilih, melambangkan bagaimana gw dilihat sama orang lain, adalah serilaga. Kata sifat yang gw tulis adalah cerdas, tajam, dan intimidatif.

Bentuk air yang gw pilih, melambangkan kondisi hubungan romansa gw (sama dia, tentunya), adalah hujan. Kata sifat yang gw tulis adalah suram... dingin... *disini gw kasih jeda sebentar* tapi menyegarkan.

Dia senyum gak enak.

Pacarnya dateng. Naek mobil warna merah. (Gw gak pernah ngerti merek atau tipe mobil, -_-)

Dia pamit pulang. Ketika dia berdiri dan beranjak pergi, dengan gestur yang lemah gw memohon.

"Lo gak bakal meluk gw?"

She hesitate. Ngebalik sebentar, tap kemudian dia nerusin jalan ke mobil pacarnya.

Tinggalah gw sendiri di kafe tersebut. Gw ngambil satu batang rokok buat menetralisir emosi negatif, tapi sebelum gw nyalain, ada sel otak yang bertanya, "kamu ngapain?"

Ngapain ngerokok? Biar emosi tetep stabil saat ngejar dia.

Ngapain ngejar-ngejar dia? Karena...

Ngapain? Karena...

Hari itu gw berhenti ngerokok.

Hari itu juga, fase bargain berakhir.

Tidak ada komentar: