Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2009

Ini Tentang Menjadi Seorang Pria bag. II

Sambungan dari sini.

Petualangan yang sebenarnya dimulai ketika gw mulai terbuai dengan suasana metromini. Gw mulai menikmati guncangan-guncangan metromini, bau badan apek bapa-bapa sebelah gw, dan kenek yang kaya banci. Kenek metromini yg gw tumpangi memang sedikit aneh. Dia berkulit hitam legam, berambut panjang, berbadan tegar. Tapi menggunakan ikat rambut yang cewe banget, serta mengenakan busana yang bernuansa feminim. Dan ketika gw mulai meneliti sang kenek, gw terkejut. Ternyata keneknya memang wanita!!

Gw langsung menghela nafas. Begitu sulitnya hidup di wilayah bawah rantai makanan Jakarta. Bahkan pekerjaan yang sangat sulit serta menuntut 'kelaki-lakian' pun mesti dilakoni oleh seorang wanita. (-_-)

Lalu tiba-tiba, metromini yang gw tumpangi berhenti. Hampir semua penumpang turun, hanya segelintir orang yang masih duduk di metromini. Gw bingung, apakah gw sudah tiba di kampung rambutan? Kenapa semua orang turun? Sialnya ga ada waktu bertanya. Kalut, gw memilih ikut turun karena takut nyasar.

Gw semakin bingung saat tempat gw turun tuh sama sekali tidak terlihat seperti terminal. Tapi setelah gw telek-telek, ada pedagang buah yang berjejer di seberang jalan. Gw memfokuskan mata gw, mencari-cari rambutan diantara buah buahan yang dijajakan. Dan ternyata ada! Dan layaknya Christopher Colombus yang mengira Amerika itu India, gw dengan seenaknya mebuat teori: "Ada yang jual rambutan! Berarti ini kampung rambutan.. Hahaha.."

Ok, jika ini kampung rambutan. Maka dimana terminalnya? Gw mengedarkan pandangan ke delapan penjuru mata angin tapi tidak menemukan satu pun bus. Gw mulai meragukan teori rambutan yang asburd itu. Dan akhirnya dengan kerendahan hati gw memutuskan bertanya pada seorang pedagang. Dan ternyata, kampung rambutan masih jauh dari tempat gw turun.

k-e-p-a-r-a-t-!-!

Setengah frustasi, gw nyari metromini yang tadi nurunin gw. Tapi udah ga ada. Sialan.. tadi buat nunggu satu metromini aja butuh 45 menit.. bisa mati kemaleman gw kalo nunggu metromini lagi! Gw memutuskan untuk naek angkot yang bertujuan kampung rambutan. Dan kali ini gak boleh ada kesalahan turun. Setiap dua menit sekali gw tanya ke sopir.

"Pak, kampung rambutan belum lewat kan?"
"belum. masih jauh ko.."

Dua menit kemudian,
"Pak, kampung rambutan belum lewat kan?"
"belum. masih agak jauh ko.."

Dua menit kemudian,
"Pak, kampung rambutan belum lewat kan?"
"belum. masih jauh ko.."

Dua menit kemudian,
"Pak, kampung rambutan belum lewat kan?"
"belum!! sekali lagi lo tanya, gw bacok lo pake golok gw!!"

Dua menit kemudian,
"Pak, ada golok gak?"
"engga ada.."
"Ummm.. Pak, kampung rambutan belum lewat kan?"

Jujur saja, angkot memang jauh lebih nyaman daripada metromini. Harganya pun tidak begitu jauh berbeda. Jadi kali ini gw bener-bener bisa menikmati perjalanan. Gw bisa ngobrol-ngobrol dengan seorang wanita yang kebetulan berada di angkot, menghirup udara jakarta yang menenangkan, dan mengkhayalkan hasil utul gw.

Gw tiba di kampung rambutan. Dan petualangan berikutnya menanti.

Minggu, 31 Mei 2009

Ini Tentang Menjadi Seorang Pria bag. I

Earggh.. setelah beberapa kali mencoba berfilsafat (dan gagal), sekarang gw akan menceritakan kisah petualangan gw. Petualangan yang sebenernya ga perlu, dipaksa-paksain, dan tergolong nekat. Bagi yang belum tw, gw 67% pecinta tantangan. Jadi kadang, gw melakukan hal bodoh dan gak berguna hanya untuk menguji kekuatan gw. 'Seberapa tangguhkah gw?' merupakan pertanyaan utama yang selalu gw tanyakan pada diri sendiri.

Ceritanya dimulai setelah ujian tulis ugm berakhir. Seperti yang telah diceritakan disini, gw berangkat ke jakarta (lokasi utul) dengan modal nebeng. Diah (orang yang gw tebengi) sebenarnya cukup baik untuk mengantarkan gw pergi-pulang, hanya saja sejak awal gw sudah punya rencana sendiri. Gw pengen pulang dari Jakarta ke Sukabumi sendiri. Sebenernya ini bakal gampang aja kalo uda tau jalan. Masalahnya, waktu itu gw sama sekali ga tau gw ada dimana.

Gw cuma tau bahwa SMA 46 (lokasi tes gw) berada di suatu tempat di Jakarta Selatan. Dan gw sama sekali blank sama Jakarta. Tapi semakin sulit, semakin besar kemungkinan nyasar, semakin bahaya, bakal semakin seru kan? The show must go on.=D

Jadi, petualangan dimulai. Setelah utul berakhir rencana gw dimulai. Gw boong ke Diah (sori diah.. ^^). Gw bilang "gw bakal dijemput sama saudara gw yang ada di Jakarta, jadi gw g brg lo lagi. Makasi ya!". Yah.. perlu anda tau, selain tampan dan cerdas gw juga ahli dalam berbohong. Tapi tenang aja.. gw ga sepicik orang-orang yang menipu demi keuntungan pribadi. Gw berbohong karena fakta itu mahal.

Tentu saja Diah sempat curiga. Tapi setelah aq tunjukan wajah inocent gw yang dingin, menarik, dan menyeramkan (bingung? sama), Diah pun percaya. Akhirnya Diah pulang bersama kakaknya, sementara aq diam di SMA 46.

Waktu itu sekitar jam 3. And I have no Idea about what should I do. Jadi gw tanya ke Resal, salah satu dari sedikit orang yang gw percaya. Terimakasih untuk perkembangan iptek yang canggih, gw bisa menghubungi resal yang jaraknya terpisah ratusan mil dalam waktu singkat.

Gw : "Sal, seandainya gw ada di suatu tempat di Jakarta Selatan dan mau pulang ke Sukabumi. Arah mana yang harus gw tempuh?"
Resal : "mana gw tau.. pokonya cari terminal, cari bus ke sukabumi."

Ok. Itu ide yang bagus. Tanpa sms dari resal, mungkin sekarang aku masih di Jakarta. Luntang lantung di Jakarta sambil nyari jalan ke sukabumi. Jadi setelah bertanya-tanya dengan inlander-inlander* yang gw temui. Gw dapet tujuan yang lebih pasti. Gw harus nyari metromini nomer XXX, terus duduk dengan tenang sampai nyampe ke kampung rambutan. Well, bagi gw yang ga tau metromini itu kaya gimana (-_-), tentu ini menjadi pengalaman baru.

Dan ternyata, beginilah bentuk metromini (info buat yang belum tau, meskipun kayanya ga ada yang belum tau selain gw.)

bentuk sebenarnya jauh lebih jelek!

Setelah menunggu hampir 45 menit, gw dapet metromini yang dimaksud dan duduk dengan nyaman. Ah, sebenernya ga bakal bisa duduk nyaman sih di metromini mah. Mungkin metromini sebenernya adalah susunan besi tua yang diberi roda, tanpa shockbreaker. Setiap detik dalam perjalanan, metromini ini berguncang dengan hebat. Setiap guncangan membuat suara grencang-grenceng yang keras. Hebatnya, bapa-bapa sebelah gw bisa tidur dengan pulas ditengah keributan ini.

Ah, sial. Gw rasa cerita ini uda kepanjangan. Daripada kalian cape ngeja, mending gw potong dulu sampe sini ya. Tunggu lanjutannya!

*inlander : penduduk lokal

Rabu, 08 April 2009

UTUL UGM


Tau ga.. akhir-akhir ini gw merasa ga bisa nulis. Setiap ada di depan komputer, jari gw diem, otak gw beku, muka gw dingin, dan nenek tetangga teriak-teriak. Rasanya seperti ada sesemahluk yang datengin gw waktu tidur, trus ngambil semua inspirasi buat nulis dari otak gw. Paling banter gw cuma bisa nulis dua atau tiga kalimat, terus pas diliat lagi, gw sadar gw cuma nulis sampah.

Mungkin otak gw masih di Jakarta, tepatnya di SMA 46 kebayoran baru. Di SMA ini, gw bertarung sengit dengan soal-soal yang bisa bikin manusia biasa mendidih, yaitu soal-soal UTUL UGM. Dan karena gw manusia biasa, gw juga ikut mendidih.


Di ruangan 06, ruangan gw, terasa aroma kefrustasian, kelegaan, kekhawatiran, ketakutan, dan kegilaan dari para peserta tes yang begitu kentara. Seandainya sang pembuat soal melihat kondisi para peserta tes, pasti hati nurani sang pembuat soal bakal tersentuh dan beliau ga bakal bikin soal lagi selamanya. (jahh.. ga segitunya kali..)

Tapi yang beneran bikin gw semangat ngerjain soal-soal itu adalah adanya beberapa kursi kosong di ruangan gw. Karena kursi kosong cuma menandakan satu hal. Yaitu sang empu kursi telah sukses mengalahkan SIMAK. Ga kaya gw yang harus cukup puas dengan kata-kata, "maaf, anda belum dapat diterima di Universitas Indonesia".

Aniwei, perjalanan gw ke Jakarta lumayan seru lho.. Tadinya gw berencana ikut ujian di Jogjakarta, biar bareng sama temen-temen cewe sekelas. Tapi setelah melihat biaya yang terlalu berat, gw memutuskan ikut di Jakarta. Mau di Jakarta atau di Jogjakarta, tetep aja soalnya susah.

Trus, karena gw ga punya kendaraan pribadi, gw berencana nebeng sama seorang gadis 'menyenangkan' bernama Namigeri. Soalnya, terakhir gw ke Jakarta bareng Namigeri, perjalanan berubah menjadi sangat menyenangkan. Hal bodoh menjadi hal lucu, hal sederhana menjadi indah, hal mahal.. tetep aja mahal.

Sialnya, SMA tempat gw tes dan tempat Nami tes itu terpisah oleh jarak yang amad sangad jauh. Akhirnya, dengan harapan kecil yang tersisa, gw minta izin sama Diah agar gw bisa numpang bareng dia, karena kebetulan gw dan Diah sama-sama di SMA 46. Untungnya Diah mengizinkan, dan akhirnya gw bisa dapet tumpangan buat nyampe ke Jakarta.


Bersama dengan kakak Diah (Ibu Dwi), kakak Ipar Diah (Mario Bros), dan ponakan Diah yang masih bayi (cewe, yang langsung suka sama gw). Gw dan Diah berangkat menyongsong masa depan.

menyongsong masa depan

Sepanjang perjalanan, percakapan antara Mario Bros dengan Bu Dwi terus mendominasi suasana. Sialnya, mereka menggunakan bahasa Jawa sehingga gw sama sekali ga ngerti apa yang mereka katakan. Mereka seakan-akan terus mengulang kata 'ora', 'wis', 'anu', 'ta', dan sama sekali tidak terlihat peduli dengan gw yang mencoba menyimak pembicaraan mereka.

Loh?? Ko jadi panjang gini ceritanya?
Udah dulu ah.. cape.. Lanjutannya besok aja ya..

Senin, 02 Maret 2009

The Pain is Over..

It still morning I think.. Tapi pas gw liat handpone gw, uda ada sms manis yang bertengger. "Kawan.. selamat berjuang ya.. semoga ujiannya lancar.."

crap.

Akhirnya hari ujiannya datang! Setelah bergelut dengan latihan-latihan selama berminggu-minggu, (Ini yang tolol!! Materi pelajaran tiga taun dikejar dalam waktu tiga minggu! Mana tahaannn...) akhirnya hari pembuktian tiba.
Sejenak gw pejamkan mata. Terbayang segala perjalanan sejak februari dimulai hingga hari ini
  • Bangun jam tiga pagi (belajar setengah jam, maen game sampe jam lima, tidur lagi, bangun jam setengah tujuh, dan telat masuk sekolah.. Kaga sempet piket tagi tiga minggu berturut-turut, cuy! Untung seksi kebersihannya naksir ma gw.. =P)
  • Minjem buku-buku fisika sama matematika dari perpustakaan (gw hopeless di biologi ma kimia.. T.T),
  • Belajar di bimbel sampe jam sembilan (sekelas cuma cowo sendiri, sisanya cewe.. hmmm.. wangii..),
  • Dan masih banyak lagi.. (namatin novelnya Sita Karina, pacaran, ngaca, dll)

Gw ambil nafas dalam-dalam, dan sebelum gw sempat ngeluarin tu nafas, gw inget sesuatu..

Gw belum ngeprint kartu peserta!!

Gak etis banget kalo mahluk seganteng gw gagal ujian gara-gara ga punya kartu ujian, jadi dengan elegan gw mandi secepat kilat, makan secepat cahaya, dan ngibrit ke warnet buat ngeprint kartu peserta. Buat yang selama ini tinggal di gua dan ga tau perkembangan dunia, Seleksi Masuk Universitas Indonesia (ujian yg gw maksud) itu menggunakan sistem online. Jadi kartu pesertanya ngeprint sendiri.. gitu..

Dan setelah urusan kartu peserta selesai, gw bertolak ke bogor bareng temen-temen seperjuangan (wangi.. cewe semua..) menggunakan L-300 alias kol bogoran. Dan ditengah perjalanan, sms yang aku tunggu-tunggu dateng juga:

Sayangg... Met berjuang ya...

Halah neng, kalo disemangatin sama eneng mah, berantem satu lawan satu sama Bush juga bakal kuat..

Singkat cerita, gw nyampe di Bogor. Ternyata jalannya bener-bener sama kaya yang bisa diliat di Google Earth! ( ya iyalah..) Dan kesimpulan gw, Bogor benar-benar kota yang Go-Green abis! Liat aja, angkot no 03, 06, 07, 08, 09, dan mungkin juga angkot dgan nmer yang lain tu warnanya ijo semua! Klo di sukabumi, hijau tu warna otentiknya angkot 08, jadi gw sempet terkena cultural shock dan ditegur tukang angkot dan satpam..

Pas gw tanya ke satpam
Gw: Pak, kalo mau ke jambu dua, naik angkot yang ijo ya?
Pak Satpam: ... mau kemana-mana juga naek angkot yang ijo de..
Gw: Oh.. Gitu ya pak, maaf, soalnya saya biasa naik yacht klo mw kemana-mana..
Pak Satpam: ...

Pas gw nyari angkot
*nyamperin angkot ijo*
Gw: Pak, lewat jambu dua?
Sopir: Ga de.. coba cari yang 09
*nyaperin angkot ijo*
Gw: Pak ini angkot 09?
Sopir' (baca: sopir aksen!): Bukan de, angkot 09 itu yang.. ada nomer 09-nya..
Gw: Bapak tau ada sifat komutatif? 0 kali 9 sama dengan 9 kali 0
Sopir': ...

Dan akhirnya, gw jalan sampe tugu kujang dan nemu angkot 09. Singkat cerita, gw nyampe rumah saudara gw dan nginep disana sehari.

Dan besoknya.. pertempuran dimulai..
Capek ah.. intinya, pengumumannya 5 April. Doain gw lulus ya!

Minggu, 16 November 2008

5 think

dua hari terakhir jadi hari yang sangat groovy bagi gw.,

kenapa?


1. dari berbagai tipe manusia, jutaan sms tiba-tiba memenuhi inbox hapeku..

Mulai dari sms yang teriak-teriak ga jelas, salah kirim, ngajak rekaman, sampe yang ngasi peringatan akan adanya tsunami.. Sindrom tiba-tiba populer-kah?

gw sih seneng-seneng aja dapet sms banyak.. tapi sms boong yang ngasi peringatan palsu tentang tsunami bener-bener bikin gw mengurut dada.. saran gw: jangan sembarangan ngirim sms peringatan, baik dengan niat serius maupun bercanda. Tunggu laporan yang jelas dari Badan Meteorologi dan Geofisika. Sms anda mungkin bisa memacu kepanikan yang berdampak buruk.


2. gw dituduh uda punya cewe..

Bener-bener bikin gw shock.. masalahnya gw masih perawan, belum pernah dinodai wanita. Dan lagi, penuduh ini tidak gw ketahui. Dan si penuduh ini melemparkan tuduhannya bukan ke gw, tapi ke temen cewe dekeeet gw. Kontan sang temen cewe ini terserang gejala cemburu yang ditutup-tutupi..

gw sih enjoy aja dituduh gitu.. gw anggap sama bullshitnya kaya cowo-cowo sirik yang bilang gw jelek, gw homo, gw cacingan, dll..

Tapi seandainya gw punya cewe, orangnya siapa ya?


3. gw jalan 3kilo++ tanpa bekal dan menenteng gitar berat..

Hanya demi seorang..

ah, ga enak kalo diceritain disini,


4.  Bikin lagu cinta!

Tugas seni musik.. bikin lagu cinta!! Pas banget timingnya sama kondisi kejiwaan gw.. hahaha..

overallnya, lagu ini bercerita tentang cinta pertama yang tidak harus selalu menjadi yang utama. Whew.. mainin lagu ini didepan para saksi hidup kehidupan cinta gw di depan kelas?? sangat menantang..

Tapi sebenernya yang uda gw tentuin dari lagu ini cuma akord-akordnya doang.. susunan lagu, lirik, dan nada-nadanya sama sekali ga gua tentuin.. gila ga?

5. Diluar perkiraan!!

Temen gw, TGS yang diceritain disini ternyata sembuh lebih cepat dari yang diperkirakan. Belum lewat seminggu, tapi mahluk ini uda bisa teriak-teriak.. (tapi ngakunya belum bisa, supaya dia bisa menghindar dari tanggung jawab km)

Dan kawan.. rasa kangen pun seketika berubah lagi menjadi rasa keuheul..

Ternyata, hal yang dibenci ketika dekat dan dirindukan ketika jauh, akan kembali dibenci jika kembali mendekat.

udah ah.. segitu dulu aja..

Kamis, 13 November 2008


Dengan kekuatan yang besar, timbul tanggung jawab yang besar. With great power, come great responsibility.

 

...

 

...

 

...

 

Eh salah, maksud gua, ‘Kadang imajinasi, harapan, serta kekhawatiran bisa menjadi lebih nyata dibanding kenyataan itu sendiri.’


Gw pernah mengalami sendiri kondisi itu. Kondisi ketika harapan dan kekhawatiran terasa lebih nyata dibanding kenyataan itu sendiri. Mau denger ceritanya?? Ahh.. Mau ga mau, gw bakal tetep cerita ko.. Baca aja dengan tenang.. Dan jangan maksain diri! Kalo uda cape ngeja, istirahat dulu aja..


Sekitar 5 Bulan yang lalu..

Tangkuban Parahu, sebuah legenda tentang cinta terlarang yang mengambil gunung ini sebagai klimaks masih sering terdengar, dan masih terus diceritakan secara turun temurun oleh keluarga-keluarga di tanah nusantara. Dan dengan baju kemeja necis, sendal khusus untuk ke undangan, dan jam tangan yang sekarang uda ilang, aku mengunjungi Tangkuban Parahu yang menawan ini.


Niat awalnya sih, cuma liat-liat kawah doang. Cuma jadi wisatawan kayak lansia yang cuma numpang nebeng di depan kawah terus foto-foto sama keluarga, liat-liat cinderamata unik terus tawar menawar sama tukang dagang yang kelamaan digunung sampe-sampe ga tahu harga barang-barang yang mereka jual di pasaran dunia nyata, ga tau bahwa ISHG yang rontok telah membawa deflasi maksimum pada barang-barang jualan mereka, ga tau bahwa tanggal kadaluarsa barang yang mereka jual itu tinggal beberapa detik lagi, dst.. dst..


Setengah jam kemudian, gw bosen. Akhirnya, hanya untuk membuang waktu, gw dapet ide iseng untuk mengitari kawah terbesar di TP. Tekstur kawah Ratu TP memungkinkan kami untuk terus berjalan kekanan dan berakhir di kiri. Dengan kata lain, memutar. Rutenya terlihat jauh dan susah, tapi semangat darah muda ala Maito Gai gw malah berkobar saking inginnya menaklukan tempat ini. Berdua dengan adik gw, gw pun memisahkan diri dari keluarga besar dan mengambil jalan sendiri, jalan pemuda.


Setelah sepuluh menit berjalan di jalan utama, gw bosen juga.. ‘garing amat ni gunung,’ celetuk gw dalem hati. Pasalnya, jalan utama TP ini terlalu mulus untuk sebuah gunung, ga ada suasana advent-nya sama sekali. Akhirnya selama 10 menit berikutnya, gw jalan sambil nyanyi-nyanyi lagu Quen,


I’m a shooting star.. leaping to the sky.. Like a Tiger, defyning the law of gravity..

A racing car, passing by.. Like lady Godiva.. I’m gonna go.. go.. no one’s stoping me..


Dengen pe-denya gw terus nyanyi, padahal jalan disitu masih banyak orang. Orang-orang itu menatap gw selagi gw terus bernyanyi, entah tatapan kagum, tatapan heran, atau tatapan kasian.. ‘kasian.. ganteng-ganteng ko gila..’ mungkin itu pikiran mereka. Adik gw nutupin mukanya dan jalan 10 meter dibelakang gw, pura-pura gak kenal ama gw. Ah, peduli amat.. namanya juga gunung TP, gunung Tebar Pesona.


Beberapa menit kemudian, setelah lelah menyanyi, tekstur jalan mulai berubah. Jalan yang tadi sengaja di-batu-i kini hanya berupa tanah yang tidak diratakan. Di kiri dan kanan jalan pun, entah sejak kapan, telah berubah menjadi hutan. Kawah tidak lagi tampak batang hidungnya.


Pohon. Pohon. Pohon lagi. Disetiap belokan gw berharap pohon-pohon ini menipis dan pemandangan kembali berubah menjadi pemandangan kawah.


Takut.  Setiap langkah terasa semakin masuk kedalam hutan dan meninggalkan TP. Suasana mistis-mistisan mulai terasa. Ada plang ‘air keramat 30 meter kedepan’, Kata keramat sangat identik dengan dunia metafisika ilogika yang syarat jurang kemusyrikan. Dan kata yang dekat dengan kemusyrikan biasanya berkaitan dengan dunia gaib. Dan kadang-kadang, berada terlalu dekat dengan sesuatu yang terkait dengan dunia gaib sangat menyeramkan. Untungnya, jalan menuju air keramat-keramatan itu berbeda dengan jalan yang harus diambil gw.


Deg.. Deg.. nyasar bukan sih.. kayaknya nyasar deh.. pikiran-pikiran itu menghantui gua. Apalagi, sekarang udah ga ada orang lagi selain gw dan adik gw. Bunyi-bunyian hutan yang menyeramkan dan jeritan siamang yang sekali-kali terdengar membuat bulu kuduk berdiri. Ini hutan.. Gw bukan di TP lagi.. Gw nyasar ke ujungkulon..


Hutan yang masih steril dan alami menyumbangkan imajinasi-imajinasi buruk. Seperti harimau yang tiba-tiba menerkam dari belakang, sesosok hantu hutan yang berusaha memakan gw, Legolas yang berusaha memanah gw untuk merebut gelar cowo paling cool sekelas, dan banyak lagi pikiran-pikiran buruk yang menghantui. Bahkan, aura adik gw terasa terus menipis, rasanya seperti benar-benar sendirian.


30 menit atau lebih.. terus menyusuri hutan yang hijau nan dingin.. akhirnya jalan gersang khas kawah pun mulai muncul lagi. Tak terasa, hutan menyeramkan kini telah pergi, digantikan dengan jalan bebatuan yang gersang, kering, dan berbau belerang. Entah mengapa, pemandangan kawah justru lebih menentramkan hati dibanding hutan. Perkataan guru bahasa Inggrisku bahwa warna hijau membawa ketenangan telah kubuktikan sebagai bullshit.


“Alhamdulillah.. terimakasih tuhan..” ucapku lirih sambil bernafas lega. Namun ketika mataku sadar akan medan yang harus kuhadapi, aku menelan ludahku.


“Ya tuhan...” ucapku lebih lirih lagi..

 To Be Continued


soundtrack lama film flame of recca.. ^-^

Jumat, 07 November 2008

Mengabaikan?

Another new post..

Eh, anda tau kenapa posting kali ini memakai tinta biru??

biru melambangkan cinta dan kasih sayang, tapi tidak seperti warna merah muda yang khusus ditujukan pada lawan jenis tertentu, warna biru melambangkan cinta dan kasih sayang yang lebih universal.. jadi, sayang kepada kucing, kepada idola, kepada sapi, kepada teman, atau kepada orang tua bisa dilambangkan dengan warna biru..

Itu menurut gw sih, kabarnya menurut orang Mesir, biru melambangkan anak perempuan.. sementara menurut orang viking, biru melambangkan darah.. dan menurut orang Australia, biru melambangkan seorang banci yang masuk toilet wanita.  

...

...

...

Ok, yang terakhir itu boong..

~eh, sebenernya banci masuk toilet yang mana sih??~

Tinta biru ini, aku gunakan karena sekarang aku sadar bahwa aku membutuhkan teman sebangku idiotku.. aku sadar bahwa bagaimanapun aku sayang ma dia.. (dalam arti universal!! gw bukan homo!)

Ok gini ceritanya, karena aku muak dari es-de sampe kelas dua sma ini terus-terusan duduk sebangku sama orang waras, akhirnya gw beranikan diri menawari TGS (bukan nama sebenarnya) untuk duduk bareng gw.. TGS ini terkenal dikelasku sebagai anak dengan mentality disorder, akut.. dia jarang ngobrol ma anak-anak, kerjaan dikelas gambar komik mulu, kalo diajak ngobrol gak nyambung, suka teriak-teriak.. dan banyak lagi, pokoknya kekurangan utama ini anak adalah, apapun yang dia lakukan itu ga bisa diterima akal sehat.. dan itu sudah cukup untuk membuat dia menjadi anak yang paling "nggak deh" di kelas.. Padahal dia kaya banget, dan lumayan ganteng, kecerdasannya juga bisa diacungi jempol.. dan lagi, tiap hari dia bawa Yaris ke sekola, tapi Jomblo.. kebayang ga?

kalo masih belum bisa ngebayangin dia kaya gimana, nih gw kasih gambaran:




Nah sekarang bayangin.. bayangin seorang yang cool, gak banyak bicara, cerdas, (keliatannya) selalu serius kaya gw, terjebak untuk duduk dengan orang seperti TGS?? kaya gini:



Sama-sama cerdas dan ganteng, hanya saja aku  orang yang cenderung arogan dan tertata sementara dia 'slackers', ngaca buat ngecek model rambut aja jarang banget.. dan lagi, kalo guru lagi ngajar, dia gak pernah nunjukin kesan bahwa dia merhatiin.. sementara gw, meskipun sama-sama gak merhatiin, tapi sok serius buat ngehargain guru.. kebayang, kan?

Alhasil, tiap hari yang aku lalui selalu diisi dengan kata 'bodoh', 'lambat', 'lemah', 'niat gak sih?', 'pecundang lo!', 'anjing gila!', 'son of a bicth!', 'asshole', dan 'call me asshole.. one more time,'

Rasanya memuakan juga punya temen sebangku kaya gitu.. pengen rasanya gw duduk sendiri.. sering banget terjadi debat delman (a.k.a. debat kusir) antara kita yang isinya gak penting, kaya gini:

T(TGS): Emang buat apa sih belajar integral? gak bakal dipake di kehidupan nyata..

G(gw): Tau apa lo tentang dunia nyata? Kerjaan lo sehari-hari kan cuma mimpi..

T: Eh sl*ts, coba lo kasi gw salah satu penerapan integral dalam kehidupan nyata, yang berhubungan dengan karir kita entar!!

G: Banyak banget, assh*le!! kita bisa dapetin cewe pake integral..(?) dan meskipun pada akhirnya integral ini gak dipake di kehidupan nyata, otak gw punya jutaan giga memori yang masih kosong.. daripada memori ini kosong selamanya, mendingin gw isiin pake sesuatu yang berguna, kaya integral kan?? emangnya otak lo.. kosong..

T: Gimana caranya dapet cewe lewat integral?? ngarang lo, b*cth!! Didunia ini ada banyak ilmu yang kalo dibandingin ama memori otak lo, otak lo cuma setitik kecil! Ngapain buang-buang memori buat integral ga guna kaya gini..

G: Pake imajinasi lo! kalo dapet ulangan dengan nilai bagus di bab Integral ini, cewe manapun bisa ditaklukan.. emangya cuma Yaris lo yang bisa naklukin cewe? Dan lagian, apapun yang lo omongin, kenyataan bahwa kita dipaksa belajar integral gak bakal berubah!! Ngapain protes?! bad *ss!!

dst.. dst..

Duel-duel pikiran kayak gini tu terjadi ampir tiap hari, nge-betein banget tu orang!! Rasana pengen nge-monitor tu orang.. kaya gini:






Tapi sial.. gerutuan-gerutuan gw dikabulkan.. terhitung sejak hari selasa, 4 November 2008, TGS tidak masuk sekola selama seminggu dikarenakan operasi rahang.. (diduga karena frustasi gak bisa ngalahin charm aku, dia maksain benerin rahangnya yang bengkok beberapa mili,) sehingga aku otomatis hanya duduk sendiri..

Dan beneran.. seumur hidup.. untuk pertama kalinya gw rasain sepi yang amatttt sangattt... menderita banget.. yang gw bisa ajak ngobrol cuma dua orang cewek di bangku belakang aku.. dan ngobrol dengan orang sewaras mereka tu gak bisa ngegantiin ngobrol dengan orang gila kaya TGS.. beneran down banget gw.. kesepian.. T_T

Parahnya lagi, karena operasi rahang tersebut, maka mungkin selama dua bulan kedepan.. C Opik, eh TGS ini gak bisa ngomong... WHAA!!! SEPI!!!!!!

ah udah ah.. sepi..





Rabu, 05 November 2008

SuRvive!!


Lapar, capek, banyak pikiran, takut gak lulus, otak ngebul, dan lain-lain merupakan hal yang aku alami setiap hari. Latihan intensif untuk menghadapi ujian ala sparta yang panjang dan melelahkan telah menjadi bagian dari hari-hariku kini. Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti "mau nerusin kuliah kemana?" secara klise telah menerorku.

Belum lagi, masalah-masalah kecil seperti cinta dan uang juga ikut-ikutan menyumbang masalah. Sialnya, gw sama sekali gak tahu gimana caranya bedain mengekspresikan kepedulian, persahabatan, dan cinta. Jadinya orang-orang yang gw sukai menjauh, dan orang-orang baru yg cuma gw anggap temen berdatangan menyukai gw.. susah dehh.. padahal.. sebenernya aku..






















Berkat masalah yang menumpuk ini, emosi gw jadi mudah meledak. Apalagi sekarang di rumah Ibu dan Ayah gw sering bersitegang, sampai-sampai mereka lupa nyediain makan siang gw.. Bayangkan, pulang dengan kondisi lapar berat, dan sama sekali gak ada makanan..

Akhirnya dengan kekesalan memuncak, gw bikin makan siang sendiri.. dengan bahan seadannya.. nih picnya:




Keliatannya ancur, tapi rasanya enak banget lho.. kehancuran diatas disebabkan karena gw gak bisa ngebalikin waktu tu makanan digoreng, jadi aja bonyok dan robek disana-sini.. Karena ini sangat enak, Nih gw share resepnya:

2 butir telur

Sasa (yup, MSG berbahaya :P) secukupnya

Bumbu merica (gerus sendiri dari biji merica yg dirampok tanpa izin dari kebun tetangga, hehe) semaunya

Tepung Bumbu (yg buat bikin fried chicken itu lhoo..) seenaknya

Sarden kalengan (sisa sarapan pagi, cuma nyisa saosnya doang T_T) se-moodnya

Lengkuas parut (toping dari ayam goreng di rumah makan itu lho..) sepengennya

Blue Band (sebagai ganti minyak goreng) seadanya

Aduk rata adonan dan goreng sampai berbau hangus

Resep ini patut dicoba kawan, trust me!!


p.s. aku pusing setelah makan makanan ini, tapi belum ada bukti otentik yang menyatakan bahwa makanan ini yang menyebabkan kepusingan

Anyway, aku lagi nyari info tentang beasiswa buat S1 di dalam dan luar negeri, kalau ada yang tahu, tolong share infonya..








Jumat, 31 Oktober 2008

Shock!!!































































Whew.. Kakashis is death?? how could?? It's realy shocking.. darn..

Bicara tentang 'shock'. Akhir-akhir ini salah satu pembaca blog ini sedang sakit.. dan hal yang dia igaukan dalam sakitnya adalah: "mana lanjutan dari realita, cinta, remid semester??" (It mean, this one
Well, aku pengen ngelanjutin sih, tapi Evi-sensei, guru sejarahku tidak mengumumkan hasil dari ulangan remid. Yahh.. walaupun senyum cerah sang sensei saat kami membicarakan masalah ulangan telah menggambarkan  situasi, tapi rasanya gak afdol.. dan persaingan antara aku dan bertadaramce pun berakhir menggantung.





Inti dari post ini dimulai dari titik ini, diatas hanya prolog, harap maklum.


Sejak dua minggu yang lalu, gw selaku seorang siswa kelas XII diharuskan mengikuti (dan membayar banyak) untuk suatu 'kegiatan' yang dinamakan peng-kaya-an (meskipun membayar untuk 'hal' ini dapat membuat anda miskin). Dalam pengayaan ini, semua siswa akan digembleng khusus dari semua guru yang bersangkutan untuk menghadapi UAN.

Yang berkesan dari pengkayaan ini adalah, aku bisa bertatap muka dalam kbm dengan guru-guru legenda yang belum pernah aku temui sebelumnya. Here's some of em:


Nende Mulyani. Namanya terdengar santer diseantero jagat sukabumi. Ketika anda masuk SMAN 3 Sukabumi, maka anda akan segera diterpa rumor yang membuat anda ketakutan.

Guru fisika ini -menurut rumor- sangat kejam, galak, dan berdarah dingin. Entah siapa yang mulai menyebarkan rumor ini, tapi rumor gak jelas ini menyerap dihatiku. Membuatku terpengaruh dan percaya akan hal ini.

Padahal itu boong!! Guru yang satu ini, meski ga bisa ngelawak, tapi enak banget ngajarnya.. Mirip guru fisika waktu aksel smp dulu.. cuma lebih tua, :P



Next:


Ibu Nuraeni. Wanita muda yang satu ini sangat cerdas. Dan sesuai dengan teori relativitas, setiap orang cerdas akan mengetahui keberadaan orang cerdas lain. Dan teori ini terbukti, meskipun dalam pertemuan-pertemuan singkat antara aku dan beliau tidak terjalin banyak komunikasi, tapi nilai sembilan sumbangan guru ini menghiasi rapotku.

Hanya saja, guru yang satu ini kadang ucapannya menusuk-nusuk, merobek-robek, dan selalu bisa menemukan kesalahan. Dan komentar untuk kesalahan yang dibuat siswanya kadang sangat pahit.

Tapi itu dulu, guru yang dalam pengayaan menjabat sebagai guru biologi ini kini sangat murah senyum. Banyak anak yang belum bisa memaafkan guru ini, tapi aku cukup tampan untuk memahami dan memaafkan beliau.

Next:


Sena Komarudin. Sebuah bukti nyata bahwa kecacatan bukan alasan untuk tidak menjadi yang terbaik. Pak guru yang satu ini cadel dalam berbicara, tapi guys.. cara penyampaian materi, kombinasi bilingual, dan caranya menciptakan atmosfer kelas yang nyaman membuat gw terpesona..

Gw, orang yang selalu menghapus papan tulis setelah pelajaran selesai (dengan niat membantu seksi kebersihan) pun ragu beberapa saat.. apakah tulisan yang sangat cerdas dan mencerdaskan ini benar-benar harus kuhapus? ~Bayangan wajah seksi kebersihan melintas, dan tanpa ragu aku menghapus papan tulis itu~




Next:

Cape.. Maybe later..

Good Night Everybody!!


Minggu, 19 Oktober 2008

Rough.. but Clean..


Lapar, capek, banyak pikiran, takut gak lulus, otak ngebul, dan lain-lain merupakan hal yang aku alami setiap hari. Latihan intensif untuk menghadapi ujian ala sparta yang panjang dan melelahkan telah menjadi bagian dari hari-hariku kini. Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti "mau nerusin kuliah kemana?" secara klise telah menerorku.






Belum lagi, masalah-masalah kecil seperti cinta dan uang juga ikut-ikutan menyumbang masalah. Sialnya, gw sama sekali gak tahu gimana caranya bedain mengekspresikan kepedulian, persahabatan, dan cinta. Jadinya orang-orang yang gw sukai menjauh, dan orang-orang baru yg cuma gw anggap temen berdatangan menyukai gw.. susah dehh.. padahal.. sebenernya aku..





















Berkat masalah yang menumpuk ini, emosi gw jadi mudah meledak. Apalagi sekarang di rumah Ibu dan Ayah gw sering bersitegang, sampai-sampai mereka lupa nyediain makan siang gw.. Bayangkan, pulang dengan kondisi lapar berat, dan sama sekali gak ada makanan.. 

Akhirnya dengan kekesalan memuncak, gw bikin makan siang sendiri.. dengan bahan seadannya.. nih picnya:



Keliatannya ancur, tapi rasanya enak banget lho.. kehancuran diatas disebabkan karena gw gak bisa ngebalikin waktu tu makanan digoreng, jadi aja bonyok dan robek disana-sini.. Karena ini sangat enak, Nih gw share resepnya:

2 butir telur

Sasa (yup, MSG berbahaya :P) secukupnya

Bumbu merica (gerus sendiri dari biji merica yg dirampok tanpa izin dari kebun tetangga, hehe) semaunya

Tepung Bumbu (yg buat bikin fried chicken itu lhoo..) seenaknya

Sarden kalengan (sisa sarapan pagi, cuma nyisa saosnya doang T_T) se-moodnya

Lengkuas parut (toping dari ayam goreng di rumah makan itu lho..) sepengennya

Blue Band (sebagai ganti minyak goreng) seadanya

Aduk rata adonan dan goreng sampai berbau hangus

Resep ini patut dicoba kawan, trust me!!


p.s. aku pusing setelah makan makanan ini, tapi belum ada bukti otentik yang menyatakan bahwa makanan ini yang menyebabkan kepusingan

Anyway, aku lagi nyari info tentang beasiswa buat S1 di dalam dan luar negeri, kalau ada yang tahu, tolong share infonya..








Realita, Cinta, (re)Mid Semester!!

Tahu apa yang paling memalukan di dunia? Jawabannya tentunya bakal bervariasi, bahkan terus berubah atau tergantung mood. Tapi kemarin-kemarin, bertepatan dengan rentetan ulangan mid semester di sekolah, aku menemukan lagi jawaban(lain) dari pertanyaan diatas.

Sekitar dua minggu yang lalu, seorang teman curhat kepadaku "Bayangin perasaan gua bro, cewe gua dapet 100 di ulangan. Sementara gw harus di Remid.. Malu bro.." 

Remid itu seharusnya makanan sehari-hari bagi seorang pelajar SMA, curhat karena diremid hanyalah perbuatan anak sd-smp. Apalagi pelajaran yang sedang kami bicarakan adalah bahasa Jepang. Salah satu pelajaran paling menakutkan di dunia.. kecuali di Jepang tentunya. :D

Tapi, remid kali ini sangat berbeda bagi temanku yang bertubuh tambun dan berambut cepak (selanjutnya disingkat bertadaramce). Pasalnya, dia adalah salah satu master Jepang dikelas, dan lebih parahnya lagi.. pacarnya merupakan saingan terberatnya dalam mencapai posisi Nipon no. 1 di kelas.,

Ini diperparah dengan keadaan takdir yang sedang menusukan pedang-pedang kesialannya ke ulu hati bertadaramce. Dia sedang dalam masa idah setelah pra-talak (yang gak ada dalam rukun nikah, jelas aja.. pacaran bahkan ga ada dalam islam :D) dan pacarnya itu sangat plin-plan, kadang terlihat ingin rujuk, kadang terlihat ingin memutuskan hubungan.

Istilah bertadaramce tentang hubungan dia gini:
"Bagaikan pasukan romawi dan pasukan persia sedang bertempur. Ketika romawi sedang dalam kondisi statis, pasukan persia menyerang. Ketika romawi menyerang balik, persia mundur. Lalu persia menembakan panah api kebelakang pasukan romawi sehingga romawi tidak bisa mundur dengan leluasa (minimal kena luka bakar). Lalu romawi terjebak dilema, ingin mundur akan sulit karena terhalang api serta ditembaki panah oleh persia. Ingin menyerang, persia akan terus mundur dan tetap ditembaki panah. Gw itu romawi!! cewe gua persia!!"

definisi yang asburd bukan? begitulah bertadaramce..

"Aku gak sanggup lagi menanggung malu kayak gini!!" teriak bertadaramce dengan lantang.. ditengah kerumunan orang di pusat kota.. membuatku tertunduk dan pura-pura tidak mengenalnya..

Aku langsung menyarankan dia untuk ber-seppuku (harakiri adalah kesalahan baca). Tapi dia menolak, "Gw bakal dapet 100 di ulangan remid!!" sahut bertadaramce keras.. "pasti.," lanjutnya, pelan tapi penuh keyakinan.

{sayup-sayup, bergaung sebuah soundtrack yang penuh semangat, "chala, he chala" OST Dragon Ball}

"hahaha.." aku tertawa dengan nada sinis dibelakangnya, membuat bertadaramce mengernyit dan menoleh ke arahku dengan tatapan heran.

"Sadarilah kapasitasmu, kau hanya sampah.. bukan golongan perak seperti aku dan orang-orang yang setingkat denganku.. bodoh.." kataku, melecehkan bertadaramce dengan gaya yang sok dan memuakan.

"Akan kutunjukan perbedaan antara sampah dengan perak, ulangan remid minggu depan.. aku akan tunjukan bahwa sampah sepertimu akan mendapat nilai yang jelek, lebih kecil dari nilai yang akan didapat perak sepertiku.." cercaku.

"Apa.. apa maksudmu?" bertadaramce terlihat sangat shock.. lalu aku berbalik dengan gaya angkuh, sambil melempar tatapan meremehkan pada bertadaramce. "Kau.." desis bertadaramce, "Lihat saja brengsek!! akan kudapatkan nilai sempurna di ulangan remid minggu depan!!" teriaknya marah sambil berlari menuju arah yang berlawanan denganku.

"hhh..." aku menghela nafas, misi sukses. Setelah remid berakhir, aku akan memberi tahu bertadaramce bahwa hal yang kulakukan kini adalah untuk membakar semangatnya.. "Tapi ini berarti aku juga harus serius belajar.. ahh.. what a pain.."


~remid telah dilakukan, tapi hasil ulangan remidnya belum keluar, jadi aku belum berani ngasih tahu lanjutan ceritanya. Tar dilanjut deh..~

To be Continued

Jumat, 10 Oktober 2008

Seorang Pria Baik di Waktu Shalat Jumat

"Masih ada banyak orang baik," kata hati saya mantap. "Seharusnya saya tidak perlu lagi ragu dalam berbuat baik.,"

Beberapa jam lalu, saya menunaikan salah satu kewajiban umat muslim laki-laki yaitu shalat Jumat.. Karena produksi hormon antiadrenalin yang membuat saya rileks di kasur (baca: Ngantuk) saya terlambat mendapat shaf di dalam masjid. Akhirnya dengan indah, saya bertengger di emperan luar masjid dengan manis.

Tiba-tiba, ketika saya duduk. Pria yang disebelah saya, yang tak kukenal, yang kebetulan sedang duduk di sejadah yang dibawa sendiri menarik sejadahnya, lalu menggelarnya secara horizontal sehingga teritori sujud saya ikut terkover oleh sejadah itu. Beberapa detik saya terperanjat, betapa baiknya orang ini. Selama 15 tahun (kurang) saya shalat jumat, baru sekali ini ada pria yang membagi sejadahnya dengan saya. Betapa tersentuhnya hati saya oleh pria ini. Jika saja pria baik hati tersebut adalah seorang wanita cantik, pasti saya akan mengusirnya keluar masjid., (karena wanita tidak boleh shalat jumat, wee..)

Jujur, bagi saya berbuat kebaikan sudah tidak termasuk dalam to-do list dalam hati saya. Hampir semua perbuatan baik yang saya lakukan, didasari dengan niat sopan santun, formalitas, atau just killing time..  Rasanya setiap infak saya tidak lagi didasari oleh simpati, (tapi oleh IM3) setiap senyum saya bukan lagi karena untuk menyenangkan target senyum, setiap saya membantu orang lain, niat saya bukan untuk berbuat kebaikan., bagi saya membantu orang yang saya kenal hanyalah sebuah formalitas.. kalau-kalau suatu saat saya membutuhkan bantuan, saya harap orang yang saya bantu balik membantu saya.

Dan hal yang serupa saya lihat pada notabene masyarakat. Contohnya ketika barang bawaan seseorang terjatuh, maka orang-orang yang lalu lalang disekitarnya tidak sedikit pun tergerak. Ketika seseorang yang pincang kebetulan membawa beban berat, tak ada seorang pun yang membantunya. Seakan, kebaikan itu hanya ilusi.. hanya berlaku  bagi orang yang dikenal, hanya ada bila ada kemungkinan orang akan membantu kita jika kita membantunya saat kesulitan.,

Tapi itu salah, seorang pria baik yang tak kukenal telah menyadarkanku, akan bagaimana kita seharusnya menebarkan kebaikan..


Teringat olehku sebuah film yang menyentuh, "Pay it Forward", film yang menceritakan tentang seorang anak yang memiliki sebuah idealisme cerdas, anak yang memiliki ide brilian untuk memperbaiki dunia. Caranya? Berbuatlah baik pada tiga orang, yang membutuhkan bantuan, siapapun itu. Lalu beritahukanlah tiga orang tersebut untuk berbuat baik pada masing-masing tiga orang lainnya, dan seterusnya..

Itu yang kita saya kira butuhkan, ketulusan, kemauan untuk berbuat baik, serta keikhlasan..

Kamis, 09 Oktober 2008

Defend Of The Ancient today..

Hari ini, dengan niat melawan pengaruh Playstation 2 yang diboyong sepupuku ke rumah. Saya mengiyakan tawaran teman saya untuk bermain komputer di sebuah gamecenter di kotaku. (supaya gak kecanduan PS2, maen komputer!! Gitchu..) dan setelah sesi 'menunggu dan menoleransi' keterlambatan teman saya di tempat janjian (biasa.. Indonesia), saya pun mulai memasuki dunia DOTA (defend of the ancient) dan siap bertarung.

Sambil meladeni lawan yang tidak terlalu tangguh (karena saya hebat) pikiran saya menerawang, apa jadinya bila orang tuaku mengetahui bahwa aku, anak yang gak pernah dianggap, sedang buang-buang uang di Gamecenter?? Flashback pun terjadi, waktu itu sekitar 8 tahun yang lalu, ketika seorang teman memperkenalkanku pada dunia rental playstation, dengan segera aku jatuh cinta pada dunia fantasi buatan sony ini. Tapi aku yang waktu itu masih polos termakan nasihat bohong kepala sekolah SD pada saat amanat upacara, "anak-anak sekalian, janganlah kalian membuang waktu dan uang kalian di rental playstation, karena sesungguhnya ketika kalian sedang asik bermain, para penjaga rental playstation itu menyuntikan narkoba pada kalian, sehingga kalian kecanduan bermain di tempat itu,." waktu itu aku dengan mudahnya percaya.


Mengindahkan nasihat konyol tersebut, saya melawan rasa kecanduan playstation dan godaan rental-rental PS yang bercokol dengan manis di dekat sekolah serta di dekat rumah. Saya hanya bisa menemui PS ketika sepupuku datang ke Sukabumi setiap liburan sekolah, artinya saya hanya bersua dengan playstation selama empat bulan sekali (waktu itu masih sistem caturwulan). Dan mungkin karena otak kanan saya sudah lama tidak terurus dan si OKa ini berfungsi efektif ketika saya main Playstation, saya terkena kecanduan parah playstation. Tanpa berani melepaskan kerinduan ke rental karena petuah kepala sekolah saya.

Angin segar berhembus ketika pada akhirnya salah seorang tetangga saya membeli Playstation, bak menyambut Achiles yang kembali dari Troya (yang gak pernah terjadi karena Achiles mati di Troaya) saya dengan suka cita menyambut kedatangan playstation itu. Pada hari pertama saya berkesempatan main ke playstation, eh, tetangga saya tersebut, kerinduan saya terobati, meskipun tidak maksimal. Terang saja, sang empu Plasyation hanya memiliki CD playstation dalam jumlah terbatas. Dan lagi, playstation hanya memiliki dua stik, sementara setidaknya ada sebelas anak yang ngidam mijitin joystik tersebut.

Selama beberapa minggu kemudian, saya secara teratur menyambangi tetangga saya tersebut beberapa hari sekali. Hingga akhirnya hari dimana pertanyaan inti terjawab tiba., buat yang lupa, pertanyaan intinya adalah "Apa reaksi orang tua saya jika mengetahui saya maen game diluar?"

Ibu: Aa, (aa adalah panggilan kanak-kanak saya dari ortu, sebenarnya sampai sekarang juga masih, tapi aq uda ga suka meduliin panggilan ortu) beberapa hari ini aa ga pernah ada di rumah, aa suka maen ke Imam (sang tetangga tercinta) ya?? Maen Pe-Es bukan?

Aa: Iya, kenapa gitu bu?

Ayah: (yang tiba-tiba datang entah darimana), kamu ini!! Bukannya belajar malah maen ga jelas gitu!! Tau ga? perbuatan kamu itu gak berguna tau!! Cuma buang-buang waktu!! pasti kamu bolos sekolah agama sore buat maen pe-es itu ya!! Kamu tu ga tau malu, uda disekolahin mahal-mahal malah maen-maen gak jelas!!! dst... dst..

selama dua jam dua puluh empat menit kemudian saya terus direcoki dengan ceramah serta tuduhan-tuduhan baru yang menyebalkan.. dan sama sekali tidak benar., bayangkan perasaan seorang anak kecil yang bertahun-tahun menahan godaan dari rental playstation, ketika akhirnya bisa mendapat kesenangan yang amat sangat terbatas, kemudian dengan kejam, kesenangan itu direnggut dengan mudahnya.. huuhhh.. menyebalkan., jika yang diceramahi itu saya yang sekarang, saya bisa dengan mudah berkata "ya..ya..yaa.." tanpa mendengar, tapi yang sedang diceramahi secara brutal itu adalah seorang anak berusia tujuh tahun, yang selalu mendapat rangking satu setiap caturwulan,. Dimana tuhan ketika anak-anak tolol yang nyaris ditendang keluar sekolah bisa dengan mudahnya mengakses playstation, sementara seorang anak cerdas (dan tampan) harus diceramahi secara brutal hanya karena mengakses pe-es beberapa menit setiap minggunya??

Yup, seperti biasa, teman yang mengajak duel game DOTA saya jungkalkan dengan mudah.. tapi renunganku tidak berhenti sampai disana., ada pertanyaan baru yang muncul, yaitu, "apa bermain game memang sangat buruk sehingga orangtuaku membatasinya secara ketat?" yang akan diuraikan pada postingan selanjutnya.. ^^V

Rabu, 08 Oktober 2008

Laskar... Pelangi...


Layaknya seorang anak kampung biasa, saya harus melangkhkan kaki ke bogor agar dapat menonton bioskop, karena di kota saya yang tertinggal, tidak ada bioskop yang berdiri sejak bioskop yang terakhir runtuh (dalam arti sebenarnya, serius).

Dan untuk menyempurnakan predikat anak kampung, saya mengajak semua sanak saudara yang berkenan untuk ikut ke bogor. bahkan saya menyengajakan mencuri sebuah kijang demi bisa nonton bioskop, (maksa, karena saya belum pernah ke bioskop sebelumnya)

Ini bukan perjalanan menyenangkan, saya yang terbiasa membajak APV biru, sama sekali tidak terbiasa dengan suasana kijang yang berdesakan dan berkursi keras.. alhasil, mual sepanjang jalan pun saya lakoni..

Sialnya lagi, tiket bioskop yang didapat adalah tiket untuk jam tayang pukul 1/2 3, di XXI. Padahal hari masih menunjukan pukul 10.00 (itu lho.. Hari yang anaknya tukang jam,)

Parahnya lagi, Bogor sama sekali blank bagi saya, sehingga saya tidak bisa main kemana-mana karena takut ditangkap polisi dengan tuduhan 'karena ganteng'.., akhirnya saya memilih baca gratis di Gramedia.. Sambil berharap tidak menemukan buku apapun yang bisa membuat saya tertarik untuk membelanjakan THR yang sangat minim..

Tapi semua itu terbayar ketika film dimulai.. Sinematograf, soundtrack, sama aktingnya memukau banget.. sepanjang film kita disuguhi dialog dengan dialek melayu, namun anehnya kita mengerti..

Adegan konyol, suguhan ironi, dan musik yang memikat datang silih berganti. Apalagi akting nyaris paripurna dari para pemeran laskar pelangi membuat saya betah duduk di kursi saya., diluar dugaan, kenyataan bahwa saya telah mengetahui jalan cerita laskar pelangi lewat novel, justru malah memberikan saya kenyamanan saat menonton.. Angkat rambut palsu untuk Riri Riza.,

Perfecto.. itu kesan saya.. hanya sampai separuh awal film.,

ada kekurangan fatal dalam film ini. Riri Riza menyuguhkan kita kehidupan pendidikan para laskar pelangi lewat bentuk potongan-potongan fragmen, tidak ada jalan cerita sama sekali, ini efektif pada awalnya., namun pada akhirnya kita bosan juga, pada quarter akhir film ini, saya sudah jemu sama sekali, dan hati saya tidak merinding lagi, (saya merinding banget lho awalnya) bahkan, hanya akting sempurna dari bu Mus yang bisa membuat saya terharu atas kematian pak Harfan serta kepergian lintang., jalan cerita dan iringan musiknya sudah tidak saya pedulikan lagi.,

dan parahnya, yang ngisi soundtraknya Nidji!!! Kenapa harus Nidji?? Kalo MUSE yang ngisi Soundtracknya pasti keren banget tuh!!

afterall, film ini harus anda tonton.. bagus banget deh!!

dan flo-nya... cantik banget..