Selasa, 14 Juli 2009

Ternyata Internet itu Menyenangkan!

Internet sama sekali bukan barang yang asing bagiku. Karena sejak bayi, aku telah terbiasa menggunakan Yahoo Messengger untuk mengabari ibuku di kantor bahwa popokku basah, atau membeli botol susu yang antik dari e-bay. Tapi bagaimanapun juga, yang paling aku sukai dari internet adalah menggunakan google map untuk mencari tujuh dragon ball yang terpencar di seluruh dunia.

Haha.. Begitulah. Selesai.

Aku harap anda tertawa. Tapi kalau tidak, ya sudahlah. Sejak awal aku bukan pelawak yang baik.

Hmm.. Kembali ke topik. My First Online Experience.
Pertama kali aku mendengar kata 'internet' adalah saat aku membaca majalah B*bo. Menurut B*bo, Internet adalah Ind*mie telur kornet. Jadi ada masa-masa dimana aku lapar dan merengek pada ibuku, "Ibu, pengen Internet.." dan aku disuguhkan sebuah komputer bermodem. Haha..

Mmm.. Selama ini aku tinggal di kota kecil. Jadi, bisa dibilang Internet sama langkanya dengan orang baik. Jangankan internet, komputer pun sangat langka. Pernah ada masa dimana dalam satu kelurahan hanya ada satu keluarga yang memiliki komputer, yaitu keluargaku.

Yeah, meskipun tidak termasuk keluarga kaya, tapi ayahku merupakan seorang ahli komputer yang lumayan. Sehingga komputer canggih hasil rakitan beliau bertengger dengan indah di ruang keluargaku. Dan untungnya, ayahku juga merupakan seorang web-developer-wannabe. Jadi, internet kecepatan rendah ala modem 56K tersedia di rumahku.

Tapi waktu itu, aku menganggap internet sama sekali tidak menarik. Meskipun ibuku mengkampanyekan bahwa di dalam internet ada ilmu yang lebih luas dan menarik daripada yang selama ini aku dapat di perpustakaan kota, aku terus memandang rendah internet. Mending maen layangan daripada maen internet. Hehe.. Jarang banget waktu itu aku nyentuh komputer untuk berinternet.

Pandanganku pada internet baru berubah ketika seseorang bernama Desya menunjukan sisi keren internet. Waktu itu (aku kelas satu smp, ehmm... kelas akselerasi) aku dan teman-teman sekelas sedang buka bersama di sekolah. Kebetulan waktunya bertepatan dengan pemasangan internet di laboratorium komputer sekolah. Maka setelah selesai makan-makan, anak-anak berhamburan ke labkom untuk berdansa, bercinta, menikah, punya anak, berperang dan mati.

Ah, garing lagi ya? Maaf..

Dengan suka cita, anak-anak aksel (terutama yang belum pernah nyentuh internet) menempati kursi-kursi komputer. Mengotak-ngatik apa yang mereka bisa otak-atik. Sebagian ada yang langsung ngeh' membuka internet explorer atau MIRC. Sementara yang lain kebingungan dan malah memilih membuka minesweeper.

Keributan terjadi. Ada yang langsung membuka friendster, ada yang googling dengan keyword 'NAKED', ada yang surfing ke website game, ada juga beberapa veteran internet jail yang berkata pada teman sebelah mereka, "Buka bsnude.com!".

Aku yang telah terbiasa dengan komputer dan internet langsung bosan. Dan memilih melihat-lihat apa yang di browsing oleh teman-teman yang lain. Setelah berkeliling laboratorium komputer, akhirnya mataku jatuh hati pada browsingan Desya. Akupun menempatkan pantatku (baca: duduk) di sebelah Desya. Ternyata eh ternyata, Desya sedang membuka website yang berisi kumpulan foto hantu!! Alhasil, satu demi satu teman-temanku tertarik dengan apa yang dibuka Desya, hingga akhirnya seluruh kelas (24 orang, ehm.. kelas akselerasi) melihat komputer Desya.

Setiap sebuah foto hantu dibuka, sekelas langsung berteriak histeris. Salah seorang berkata "ah ga mau liat lagi!" tapi selalu terdorong rasa penasaran dan melongok lagi, lagi, dan lagi. Setiap habis melongok, dia pasti berkata "ah ga mau liat lagi".

Haha.. Dasar anak cewe.

Begitulah, Desya memberi aku beberapa situs menarik yang membuat aku jatuh cinta pada internet. Pengalaman online pertama yang menyenangkan. Apalagi saat mengingat gadis tercantik di kelas selalu memalingkan wajah dan bersembunyi di dadaku setiap sebuah foto hantu terbuka. Akupun mengelus-elus kepalanya sambil berkata, "tenang aja.. kayak yang direkayasa itu mah.."

Haha.. Old times.. Aku rindu masa-masa itu.

Dan tebak, malemnya aku tidak bisa tidur gara-gara terbayang hantu-hantu dari internet.



Kamis, 09 Juli 2009

Original Little Mermaid dan Kebejatan Laki-Laki


Di perpustakaan kemarin, saya menemukan sebuah buku yang menarik. Judulnya Kumpulan Dongeng Hans Christian Anderson. Isi dari buku ini adalah tiga dongeng terkenal karya H.C. Anderson ini. Cerita pertama berjudul Clauss besar dan Clauss kecil. Cerita kedua berjudul Little Mermaid. Dan cerita ketiga adalah Cermin Salju.

Dari ketiga judul tersebut, yang paling menohok dan mengombang-ambingkan perasaan saya adalah cerita kedua. The Little Mermaid. Maklum saja, dongeng little mermaid (atau putri duyung) yang selama ini saya kenal adalah dongeng yang telah diaransemen oleh Disney. Dalam dongeng versi Disney, setelah semua kekacuan yang ditimbulkan Ariel, akhirnya sang pangeran menyadari bahwa Ariel adalah cinta sejatinya. Maka, Ariel dan Pangeran pun hidup bahagia selamanya.

Ah.. Disney memang paling ahli dalam mengubah sesuatu menjadi sangat indah dan menyenangkan. Karena dalam versi originalnya, Little Mermaid merupakan epik tragis yang (menurut saya) bisa disejajarkan dengan Romeo and Juliet.

Alur Little Mermaid versi H.C. Anderson dan versi Disney hampir sama. Hanya saja ada beberapa poin yang dirubah disney, untuk mendukung terciptanya happy ending.

Ceritanya dimulai ketika Ariel, sang putri duyung bungsu berenang ke permukaan dan secara kebetulan menyelamatkan pangeran yang sedang tenggelam karena kapalnya terkena badai. Dan voila! Ariel yang masih polos itu langsung jatuh cinta dengan pangeran.

Karena pengaruh cinta, Ariel menjadi melakonlis dan terobsesi dengan pemikiran ingin ke permukaan. Akhirnya dia menemui seorang penyihir, dan atas saran penyihir, Ariel menukarkan suara emasnya dengan sepasang kaki untuk menggantikan siripnya. Disini ada satu perbedaan mencolok antara versi Disney dan H.C.A. Menurut Anderson, jika dalam tiga hari Ariel belum mendapatkan ciuman dari cinta sejatinya, maka Ariel akan berubah menjadi buih di laut. Sementara menurut Disney, Ariel akan menyerahkan jiwanya pada penyihir.

Singkat cerita, Ariel belum mendapatkan sang Pangeran karena kesulitan komunikasi. Padahal sang pangeran terang-terangan menyatakan bahwa dia akan menikah dengan penyelamatnya sewaktu tenggelam. Akhirnya pangeran dijodohkan dengan seorang putri dari kerajaan seberang.

Dalam versi disney, Putri dari kerajaan seberang itu merupakan penyihir. Dan melalui sebuah adegan dramatis ala Holywood, Cinta sejati berhasil mengalahkan niat jahat sang penyihir.

Sementara versi Anderson, putri dari kerajaan seberangnya amat sangat cantik. Setelah sebelumnya berkata pada Ariel bahwa, "aku lebih baik menikahimu daripada menikahi putri seberang yang tidak kucintai itu." Pangeran bejat itu merubah pendapatnya setelah melihat kecantikan putri kerajaan seberang dan berkata "Putri seberang itu yang menyelamatkan aku saat aku tenggelam."

Pangeran menikah, dan Ariel yang kehilangan cinta sejatinya pasrah dan bersiap untuk menjadi buih lautan. Tapi putri duyung saudari Ariel datang dan mengatakan bahwa jika Ariel menusukan pisau ke dada pangeran, maka Ariel akan selamat dan menjadi putri duyung normal lagi.

Hanya saja, Ariel yang tetap mencintai pangeran bejat memilih membuang pisau, mendoakan kebahagiaan pangeran, lalu berbuah menjadi buih.

Hiks.. Hiks..
T.T